Si supir angkot itu gak berusaha minggir. Ia tetap berada di lajur tengah, berhenti, dan tangannya melambai-lambai memanggil calon penumpang. Di belakangnya beberapa kendaraan lain terhalang, emosi dan menekan klakson. Si sopir angkot sedikit merasa terganggu. Menekan gas sehingga angkotnya terlompat-lompat ke depan.
“Iya… orang kaya…” Gerutunya.
Ah, lagi-lagi. Orang yang merasa berhak melanggar karena merasa orang susah. Bukan barang langka di negara ini. Beberapa memang karena kepepet. Tapi beberapa lagi kok ya dipepet-pepetin aja.
Apa kalau mereka kelak menjadi orang senang, mereka akan berhenti melanggar hukum?
Menurut saya, pengendara sepeda motor adalah orang-orang yang cukup diberi rizki. Paling tidak, mereka lebih baik dari orang-orang yang terpaksa harus naik angkutan umum atau berjalan cukup jauh.
Tapi bukan sekali dua juga, pengendara motor ribut dengan pengendara mobil. Mereka emosi kalau gak dikasih jalan sama mobil (meski memang bukan jalurnya) dan memaki-maki.
“Elo sih enak! Di dalam mobil, dingin… pake AC!”
Entah karena kurang bersyukur, atau iri liat orang lain. Atau mungkin punya pendapat… gue lebih susah dari elo. Mestinya lo ngalah ama gue!
Tapi kok ya jadi gak konsisten ama foto-foto ini. Pengendara-pengendara motor ini melahap trotoar yang mestinya buat pejalan kaki yang gak pake AC dan full music. Apa mereka masih merasa pejalan kaki lebih enak? Saya pernah dibentak karena gak mau minggir :(

Yang satu ini juga. Jembatan penyebrangan orang dihajar. Saya malah diklaksonin supaya ngasih jalan.

Tidak bermaksud mendiskreditkan pengguna sepeda motor. Bahkan banyak pengguna mobil mewah juga sering melanggar dan ugal-ugalan. Nyerobot jalur orang, ngebut di bahu jalan, nerobos lampu merah.
Entah apa mereka yang ini pikirkan.
“Gue gak mau susah… lo mau apa?” Begitukah?
Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:
- Kalau pengemudi ini membahayakan, hubungi …. Orang itu melempar sebuah batu kecil. Anjing buduk itu lari terkaing-kaing dengan ekor terselip diantara kedua kakinya. Entah kenapa, hal itu yang terbayang oleh saya saat sebuah mobil mendadak berusa
- Suka Komplain = Kurang Bersyukur atau Pejuang? “Kalau kamu itu tulisannya serius… dan suka komplain :D” Itu pendapat Latri soal gaya nulis saya di blog. Saya gak ingin berdebat soal itu. Meski kadang saya emang gak ngerasa gaya n
- Tanggung jawab itu… Kalau sekarang saya perhatikan, semakin hari semakin banyak saja pengguna jalan yang menyebalkan. Tidak hanya tidak menghargai pengguna jalan lain, mereka juga melanggar dan membahayakan. Tanpa memiki
Tags: Perilaku

