November 15th, 2008

obama.jpg

ilustrasi: obamarama.org

Tidak, saya tidak ingin membicarakan Obama punya kutu air di kakinya… atau di bagian lain. Mungkin banyak juga yang sudah menebak ke mana arah tulisan ini.

Obama punya tim kampanye yang piawai memanfaatkan internet, dan terutama di web 2.0 alias blog dan berbagai jejaring sosial. Termasuk YouTube. Popularitas Obama melejit dengan luar biasa. Obama bukan hanya politikus, tapi sudah jadi selebritis. Sayangnya, para politikus di negeri ini sepertinya masih enggan mengikuti jejak presiden satu ini. Yang sudah punya website pribadi, masih menutup diskusi dan interaksi langsung melalui website tersebut. Entah masih enggan mendengar masalah negri ini yang emang berat atau enggan menerima kritik.

Kutu air yang saya bicarakan ini tidak lain dan tidak bukan kutu air ancol. Yang menghebohkan sebagai monster buas itu. Sampai-sampai berbagai media utama (streamline media) seperti situs berita dan TV mengulasnya. Dari mana asalnya? Katanya sih info itu pertama dimuat di YouTube. Yang kemudian menyebar melalui email, saling forward memforward, blog, dan sebagainya. Persis seperti Obama!

Tidak hanya itu, perbankan Indonesia pun heboh karena urusan forward memforward ini. Saya sendiri sering gerah mendapatkan email dari orang-orang yang (katanya) ingin menyampaikan peringatan buat kebaikan sesama ini. Menyebarkan hoax (apalagi surat berantai) bukan masalah sepele. Anda dapat membantu penipu menyebarkan info bohong, mengakibatkan kepanikan, dan merugikan pihak yang tertipu.

Ini dilema dari teknologi. Obama salah satu contoh positif, jelas. Namun monster air dan kehebohan di dunia perbankan kita jelas contoh negatif. Ada baiknya kita belajar memfilter apakah yang akan disebarkan itu benar atau salah. Dan kalaupun benar, efeknya belum tentu positif. Mungkin sedikit tips ini bisa membantu mencegah kita menyebarkan HOAX. Say no to hoax!

Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:

  1. Obama, Pemilu, dan Blogger Sukses Obama melalui web 2.0 ternyata turut menginspirasi para politikus negeri ini. Mereka sudah mencoba mengundang para blogger untuk ikut dalam kampanye mereka. Meski masih tampak agak ’gapte
  2. Kapan Karya Anak Bangsa Dihargai? Sekarang kalau dihitung-hitung secara total, saya punya 5 blog! Tapi bukan karena itu blog saya yang ini terkesan terabaikan. Blog-blog lain yang berbahasa Indonesia juga bernasib sama. Alasannya, se
  3. Kebenaran itu Tidak Selalu Mutlak… Waktu membuat orang menjadi lebih bijak. Paling enggak begitu kata orang bijak. Meski saya ngerasa bukan orang bijak, tapi ada benarnya juga petuah itu. Paling enggak, menurut saya sekarang gak ada gu

Tags: , ,