November 12th, 2008

Setau saya banyak orang yang hidupnya gak sesuai dengan rencananya. Termasuk saya.

Arsene Wenger pasti gak menyangka dia bakal kehilangan Adebayour, Wallcot, dan van Persie saat kalah dari Stoke. Kalah dari Stoke yang ‘gak dianggep’ di kelas liga Premier pastinya gak diduga. Apalagi direncanakan. Yang paling bikin puyeng tentu kehilangan 3 striker sekaligus.

Waktu krisis moneter tahun 98, saya juga yakin banyak yang gak nyangka. Yang sudah punya rencana jangka panjang, mungkin berantakan karena perusahaan tempat dia kerja bangkrut. Ngambil cicilan rumah sampai tabungan pun mungkin terkuras.

Sebetulnya banyak rencana saya yang gak berjalan mulus sejak dulu. Dari kecil pengen jadi insinyur, meski kesampaian kuliah di jurusan teknik toh akhirnya lulusannya bukan insinyur. Tapi sarjana teknik alias ST. Ndilalah saya termasuk yang awal-awal terkena gelar ST itu. Setelah itu masih berlanjut. Dulu saya pengen ikutan wamil. Ndilalah terjadi kerusuhan besar, dan ABRI pamornya menurun. Gak jadi. Akhirnya meski kerjaan saya masih sering ketemu insinyur, makin jauh saya dari gelar insinyur.

Larry Page, mungkin juga tidak pernah mengira akan bertemu dengan Sergey Brin. Dan mungkin juga gak akan mengira akan memiliki perusahaan sebesar Google. Yang awalnya hanya dari mesin pencari. Mengalahkan popularitas Yahoo! yang akhirnya tampak menyerah dan interfacenya menjadi portal berita.

Yang paling update saya alami ya soal KPR. Pas saya dan istri memutuskan untuk mengurus KPR, bunga KPR masih sekitar 10 %-an. Gara-gara krisis global, bunga KPR melonjak jadi 16%! Tentu ini angka yang luar biasa peningkatannya. Kalau saja developer kami mampu menyelesaikan rumah kami sebelum Amerika kena krisis, tentu kami tidak kena bunga KPR sebesar ini. Paling tidak karena fix 1 tahun. Tapi kalau terjadinya setelah itu, ya tetap saja kami kena bunga bank yang lumayan mencekik itu.

Saya gak suka kejutan seperti ini. Tapi ya jadi manusia emang kudu siap. Gak boleh pasrah bongkok’an aja. Kalau plan A gak jalan, ya harus punya plan B. Kalau perlu ada plan C, D, E, dan F… Kalau semua rencana gak bisa jalan ya kudu tawakal dan gak boleh nyerah. Emang gak semua bisa berjalan sesuai rencana. Tapi hidup tanpa rencana?

Ilustrasi: detik.com

Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:

  1. Kebenaran itu Tidak Selalu Mutlak… Waktu membuat orang menjadi lebih bijak. Paling enggak begitu kata orang bijak. Meski saya ngerasa bukan orang bijak, tapi ada benarnya juga petuah itu. Paling enggak, menurut saya sekarang gak ada gu
  2. Kumpul ‘Bocah’ Kami jelas bukan lagi bocah. Meski ada yang bilang ‘boys never grow old’. Tapi sungguh tidak pantas kalau masih menyebut kami ‘boys’. Masa kuliah yang diceritakan saja sudah
  3. Anda Masih Menggunakan Walkman? Ilustrasi: pocketcalculatorshow.com Saya sedang memilih-milih tipe kamera digital yang akan saya beli. Terus tau-tau ada calon pembeli lain nanya di sebelah saya. “Pak, ada walkman gak?”

Tags: ,

2 Responses to “Hidup Anda Selalu Sesuai Rencana?”

  1. latree says:

    Dari kecil pengen jadi insinyur, meski kesampaian kuliah di jurusan teknik toh akhirnya lulusannya bukan insinyur

    sama. dan bekerjanya pun jauh dari ke-insinyuran :(

  2. Dulu buruh sekarang nyuruh, mungkin lebih keren yah mas.