Archive for January, 2009

I Think I should Write in English More Often

Thursday, January 15th, 2009

computer-laptop-and-lecture-notes.jpg

Recently, Latri ask me to join a giveaway contest she made. She is asking her blog visitor to review her english and make some corrections in her posts. The prize it self might not be interesting for a man :) Yup, they are a pair of sandals and a blouse made of batik. I never wear a blouse, and I’m surely never plan to do so.

I never really care about mistakes in writing. Hey, it’s a blog… right? People make mistakes in writing blogs. Typo, spelling, and grammar are very common mistakes. When you go pro, you’ll have an editor to correct those mistakes. So as a blogger, mistakes make blogs have more personal touch. As long as your readers understand what’s your point, they never really a problem. I know some great theme creator, plugins creator writes quite a poor english. Not that mine is great, but what they provide is greater than just some little grammar and spelling mistakes. Well that’s my opinion.

(more…)

2
Tags:
Posted in rumpi |

Bahasa Gaul yang Bikin Puyeng Orang Jadul

Tuesday, January 13th, 2009

happy-businesswoman.jpg

“Tinta Bo’… harganya masih maharani banget… mending tunggu turun atau diskon.”

Mungkin banyak yang paham dengan bahasa itu. Tapi rasanya lebih banyak yang puyeng dengernya. Termasuk orang jadul seperti saya. Sesudah kasak-kusuk nanya, ternyata itu bahasa gaul. Tinta itu maksudnya tidak. Maharani itu maksudnya mahal. Sesudah “Ooooo…” yang cukup panjang, akhirnya saya mulai maklum, bahwa kata-kata seperti itu sudah jamak di kalangan anak muda. Di radio sekarang penyiarnya ya ngomongnya begitu. Mungkin karena pendengar radio sekarang rata-rata cukup gaul.

Kalau baca yang di atas mungkin terbayang saya ini orang yang sudah sepuh. Rambutnya putih semua, keriput sana-sini, dan jalannya gemeteran :D Gak juga. Mungkin karena lingkungan saya emang orangnya gak terlalu gaul. Gak peduli dengan tren. Jadi gak terlalu ngeh dengan revolusi gaya di luar sana. Tapi saya suka. Di sini orang lebih mementingkan fungsi ketimbang gaya. Saat orang demam BB (meski saya sudah tau Blackberry sejak lama, lagi-lagi kaum gaul memberikan istilah sendiri), di sini cuek aja. Ya tentu ada satu-dua yang pake. Tapi justru jadi minoritas. Yang penting di sini telponnya bisa bunyi, bisa sms. Sehingga telpon yang udah ilang dari brosur juga gak masalah. Bahkan ada yang masih ngotot make ponselnya meski batrenya dah mesti diiket karet. Karena longgar.

(more…)

0

Masuk Sekolah Lebih Pagi untuk Mengurangi Kemacetan Jakarta

Monday, January 12th, 2009

student.jpgSudah seminggu ini anak sekolah masuk lebih pagi. Jam 6.30. Bagi sebagian orang mungkin tidak masalah. Namun sebagian lainnya mengecam dan mengeluh. Ada yang merasa tambah macet, ada yang harus berangkat lebih pagi buat nganter anaknya sekolah, dan sebagainya.

Klo mau dirunut secara teknis, sebetulnya yang dilakukan oleh pemda DKI ini bukan hal yang aneh bin ajaib. Bukan kebijakan yang dikarang-karang. Secara teori, kebijakan seperti ini memang ada di buku-buku manajemen transportasi. Teknik seperti ini disebut sebagai peak spreading. Teknisnya pemda sudah menjelaskan dengan gamblang. Klo masih kurang jelas, mungkin bisa coba baca buku manajemen transportasi. Namun yang jadi keributan para orang tua, kok ya yang dikorbankan kok anak sekolah? Kenapa gak pegawai kantoran aja, entah dimulai dari PNS yang gak mungkin nolak kebijakan pemerintah sampe pegawai swasta yang sering mbalelo.

(more…)

1
Tags: , ,
Posted in rumpi |