Di sebuah perusahaan, jika seseorang ingin dipercaya menduduki suatu jabatan, ia akan bekerja dengan sungguh-sungguh. Jika ia bekerja dengan baik, mungkin ia akan dijadikan supervisor. Atau mungkin bahkan jadi manajer atau lebih tinggi. Kalau ia sudah menunjukkan bahwa ia memang lebih baik dari yang lain, ia akan dijadikan orang yang memimpin rekan-rekannya. Jika ia menunjukkan bahwa ia pemimpin yang baik di kelompoknya, ia akan diminta menjadi pemimpin kelompok yang lebih besar. Paling tidak itulah gambaran saya mengenai cara memilih pemimpin yang ideal.
Sebentar lagi kita akan memasuki event akbar di dunia demokrasi. PEMILU. Pemilihan Umum. Bukan pilu yang diberi sisipan em. Kalau ini artinya jadi orang yang bikin orang lain pilu. Kehebohan pesta demokrasi ini sepertinya hanya ditingkat partai yang terlibat. Pesta partai, bukan pesta rakyat. Spanduk bertebaran di mana-mana. Senyum para caleg mudah ditemui. Sebagian tampak dibuat-buat, tapi mungkin sebagian lagi memang murah senyum. Tiba-tiba saja banyak orang yang merasa dirinya layak jadi pemimpin. Merasa dirinya lebih baik.

