Archive for January, 2009

Memilih sang Pemimpin

Tuesday, January 6th, 2009

Di sebuah perusahaan, jika seseorang ingin dipercaya menduduki suatu jabatan, ia akan bekerja dengan sungguh-sungguh. Jika ia bekerja dengan baik, mungkin ia akan dijadikan supervisor. Atau mungkin bahkan jadi manajer atau lebih tinggi. Kalau ia sudah menunjukkan bahwa ia memang lebih baik dari yang lain, ia akan dijadikan orang yang memimpin rekan-rekannya. Jika ia menunjukkan bahwa ia pemimpin yang baik di kelompoknya, ia akan diminta menjadi pemimpin kelompok yang lebih besar. Paling tidak itulah gambaran saya mengenai cara memilih pemimpin yang ideal.

Sebentar lagi kita akan memasuki event akbar di dunia demokrasi. PEMILU. Pemilihan Umum. Bukan pilu yang diberi sisipan em. Kalau ini artinya jadi orang yang bikin orang lain pilu. Kehebohan pesta demokrasi ini sepertinya hanya ditingkat partai yang terlibat. Pesta partai, bukan pesta rakyat. Spanduk bertebaran di mana-mana. Senyum para caleg mudah ditemui. Sebagian tampak dibuat-buat, tapi mungkin sebagian lagi memang murah senyum. Tiba-tiba saja banyak orang yang merasa dirinya layak jadi pemimpin. Merasa dirinya lebih baik.

(more…)

0
Tags: ,
Posted in Pemilu |

Pekerjaan yang Bukan Pekerjaan

Friday, January 2nd, 2009

Pak Ogah atau polisi cepek. Begitu orang seperti ini dipanggil. Dulu nama ini timbul karena mereka diberi uang cepe’an alias 100 rupiah. Jumlah yang sering diminta oleh tokoh gundul pemalas bernama pak Ogah di film si Unyil. Tapi jangan coba-coba memberikan uang cepek pada mereka sekarang. Minimal justru dimaki, atau disambit koin seratusan yang kita kasih. Harga diri mereka sekarang sudah meninggi. Tidak hanya karena inflasi, tapi sepertinya profesi ini diamini oleh pihak berwajib adalah profesi yang sah.

Posisi pak Ogah satu ini betul-betul ogah-ogahan. Dia tetep berdiri di dekat jendela pengemudi. Keberadaannya betul-betul mubazir. Karena posisinya itu, ia tidak dapat menghalangi arus kendaraan dengan semestinya. Ia enggan bolak-balik dan mungkin juga takut pengemudinya keburu kabur. Justru adanya pak Ogah satu ini, kadang pengemudi justru buru-buru memutar. Malas dengar umpatan pak Ogah yang gak dikasih gope’an. Kadang kaburnya membahayakan pengguna jalan lain.

Ia jelas tidak memberikan kontribusi apapun, justru membuat yang menggunakan jalan merasa tidak nyaman. Tapi coba tanyakan padanya apa pekerjaannya, pasti ia akan mengatakan itu adalah pekerjaannya. Dan biasanya akan tersinggung kalau disuruh cari kerjaan yang ‘bener’.

(more…)

5