Archive for February, 2009

Iklan Caleg, Untuk Apa?

Tuesday, February 24th, 2009

Ilustrasi: http://bahtiarhs.net

Anda lihat spanduk iklan di tengah-tengah baliho raksasa para caleg di foto ini? Ada Alex’s Salon. Pusat grosir juga ada. Saya gak tau ini di mana karena nyomot dari blog orang. Mohon diampuni kalau dianggap menyalahi disclaimer :)

Iklan itu hal yang biasa. Pemilik jasa atau barang memasang iklan supaya ada yang mau beli barang/jasanya. Biar ngeluarin biaya, yang kadang cukup besar, tidak apa. Ada harapan dengan memasang iklan usahanya makin laris. Dan cukup untuk menutupi biaya iklan, dan harapannya untuk jangka panjang tentu untuk memberikan keuntungan yang lebih besar.

(more…)

3
Tags: , ,
Posted in rumpi |

Blog, Meteran Narsismu?

Monday, February 16th, 2009

narcist.jpgKomentar miring yang sering saya temui dari sayap kiri yang mendukung gerakan ogah ngeblog adalah

“Ngapain sih ngeblog? Biar bisa menyalurkan semangat narcisnya ya?” Sedikit mencibir, kadang monyong pas memberikan komentar.

Saya sih biasanya tertawa saja. Blogging emang gak buat semua orang, balas saya, berusaha tidak tergoda untuk ikut monyong.

Jujur saja, banyak yang berpendapat blogging emang kegiatan yang buang-buang waktu. Dan memang banyak blog yang hanya sekedar iseng (seperti blog ini mungkin?), sekedar ingin eksis di dunia maya, pengen namanya tercantum di Google waktu dicari, dsb. Selain iseng yang masih saya alami sampai sekarang, yang lainnya semua pernah saya alami. Sekarang rasanya sudah malas mikirin gituan karena udah kondang tau hal-hal itu gak mudah dicapai.

(more…)

2
Tags:
Posted in ngeblog |

Pakaian 2.0

Friday, February 13th, 2009

togasexy83068.jpg

Ilustrasi: http://www.houseofmasquerades.com

Pernahkah anda mendengar orang yang mencaci maki ‘budaya barat’, dan mengagung-agungkan ‘budaya timur’? Terus terang saya bukan orang barat, dan mestinya saya gak punya kepentingan kalau ada yang ngomong begitu. Tapi rasanya gak enak juga kalau orang terlalu menggeneralisir seperti itu. Orang Padang toh gak identik dengan rumah makan Padang. Banyak yang punya justru orang Jawa. Termasuk yang masaknya.

Budaya barat yang sering dianggap nista adalah pergaulannya yang dianggap bebas. Saya pernah bertanya pada seorang teman, yang kebetulan orang bule. (Lah, lahirnya emang bule, kok kebetulan… Anaknya Iyem sama Joko lahir bule, itu baru kebetulan) Dasar ndeso, rasa penasaran saya gak bisa ditahan. Dia terkekeh saja.

“Gak lah, itu kan cuma di film-film aja. Kamu juga gak akan liat robot-robot Transformers berkeliaran di Amerika kan? Kamu juga gak akan liat orang-orang bebas berciuman di jalanan.”

Betul juga. Toh kenyataannya sekarang di Indonesia film-filmnya juga semakin ‘bebas’. Dulu aja warkop banyak mengumbar aurat pemain wanitanya. Sementara komedi slapstick di luar sana justru gak sebrutal itu. Tapi toh kita gak liat adegan-adegan seperti di film warkop di jalanan.

Hal lain yang sering dianggap hina adalah pakaian mereka. Mungkin yang ngeritik cuma liat infotainment hollywood dan baca detikhot. Atau liat majalah-majalah panas, dan membayangkan semua orang di sana berpakaian seperti di gambar ilustrasi.

(more…)

2
Tags:
Posted in rumpi |