Guns don’t kill people, reckless drivers do.
Itu kata-kata asli yang saya kutip untuk judul posting ini. Saya membacanya di stiker yang menempel di kaca belakang sebuah mobil. Pengingat yang menarik. Karena memang kenyataannya korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas lebih besar ketimbang perang. Menarik karena orang sibuk mengutuk Israel, sementara tidak banyak yang mengutuk pengemudi yang ugal-ugalan. Bahkan presiden kita menyatakan prihatin bahwa korban kecelakaan lebih banyak dari korban perang. Kenyataan yang agak menyedihkan sebetulnya. Mengingat pemerintah tidak pernah betul-betul serius memperbaiki masalah keselamatan di jalan raya, melainkan sibuk berkutat di masalah kemacetan.
Ngeblog itu gampang. Itu kata blogger profesional yang udah malang-melintang di blogosphere alias jagad per-blog-an. Tapi kenyataannya ngeblog itu gak gampang-gampang amat. Gak semua orang bisa nulis. Kalaupun katanya bisa dilatih, gak semua orang mau memulainya. Kalaupun bisa memulainya, dan makin mahir menulis… menjaga mood itu juga sulit. Katanya lagi, mood menulis itu bisa dibiasakan. Kalau sudah terbiasa dengan jadwal nulis, nantinya akan terbiasa. Tapi yang paling ujung mungkin… kalau ide itu habis. Kita bisa menulis dengan bagus, menarik. Kita sudah menyiapkan waktu untuk menulis. Tapi apa yang mau ditulis?
Belakangan ini, sedang heboh berita soal tewasnya ketua DPRD Sumut. Beliau tewas setelah diserbu para demonstran yang sibuk memaksakan kehendak mereka (as always).
