Ngeblog itu gampang. Itu kata blogger profesional yang udah malang-melintang di blogosphere alias jagad per-blog-an. Tapi kenyataannya ngeblog itu gak gampang-gampang amat. Gak semua orang bisa nulis. Kalaupun katanya bisa dilatih, gak semua orang mau memulainya. Kalaupun bisa memulainya, dan makin mahir menulis… menjaga mood itu juga sulit. Katanya lagi, mood menulis itu bisa dibiasakan. Kalau sudah terbiasa dengan jadwal nulis, nantinya akan terbiasa. Tapi yang paling ujung mungkin… kalau ide itu habis. Kita bisa menulis dengan bagus, menarik. Kita sudah menyiapkan waktu untuk menulis. Tapi apa yang mau ditulis?
Kalau bicara soal blog yang lebih bersifat diary, mungkin apa aja bisa ditulis. Buat yang udah biasa nulis, dengan berbekal ponsel berkamera, bisa ambil beberapa foto sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor, dan bisa menulis beberapa topik dari foto-foto itu. Yang lebih repot kalau blognya bersifat blog spesifik alias niche. Blog yang spesifik membatasi empunya blog untuk menulis dalam ruang lingkup yang sama. Misalnya membahas soal hardware komputer. Mungkin membahas update prosesor, komparasi prosesor ini-itu, tips ini-itu, dst. Sampai akhirnya yang dibahas habis. Mau membahas berita terbaru, kok ya perusahaan hardware lagi gak terlalu aktif membuat update. Jaman krisis gini malah sibuk memangkas pengeluaran, gimana mau mikir inovasi… Gak ada yang bisa dibahas.
Loh, emang kenapa kalo gak ngupdate blog? Mungkin buat yang udah rada ngetop blognya, hal ini jadi beban. Ada rasa gak enak ati sama pembaca. Jadinya kepikiran kalau enggak update. Terutama yang udah ngebisnisin blognya. Selain malu ama pembaca, gak enak ati sama yang nyeponsorin.
Sebenernya sih soal habisnya ide ini manusiawi. Semua blogger pasti ngalamin. Ada yang mengakalinya dengan mengajak kontributor lain, atau penulis tamu. Supaya meski lagi abis ide, posting tetap terupdate. Tapi toh, gak semua orang bisa ngajak orang lain nulis di blognya. Apalagi blog yang bersifat pribadi.
Rasanya sih kehabisan ide ini bukan masalah. Kalau gak nulis selama sebulan, memangnya kenapa? Takut pengunjung berkurang? Ah enggak juga kok. Banyak tulisan yang ‘evergreen’ alias bisa dibaca kapan saja. Kalau lagi sibuk, ya gak usah maksain diri buat nulis. Mungkin ada baiknya kalau pas ide lagi bejibun posting dibikin pada jadwal. Misalkan di target 3 hari sekali, ya pas sehari bisa nulis 5, dijadwalin aja buat 15 hari ke depan. Biar hidup lebih santai. Pokoknya ngeblog jangan malah jadi kebebanan. Ngeblog kan buat berbagi, kalo lagi gak ada yang bisa dibagi ya gak usah maksain. Daripada copas dari situs/blog lain atau nulis yang gak mutu demi mengejar target.
Tapi kalau emang sudah memutuskan jadi blogger professional alias problogger, ada beban yang lebih. Karena itu sudah jadi profesi. Dan yang namanya kerja itu seringkali gak mudah. Ngeblog itu bukan cara mudah cari duit, dan pada saat kehabisan ide ini, tantangan terbesar dari para blogger itu.
Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:
- Menggunakan Domain Sendiri, Sekedar Commitment Fee Ngeblog di domain sendiri punya banyak alasan. Ada yang biar keliatan keren, ada yang menganggapnya sebagai investasi, ada yang ingin membuatnya jadi lebih professional, dan sebagainya. Bl
- Seleb Ngeblog, Blogger Seleb… “Wah, lo mesti nyoba man… ngeblog itu seru” itu kata dia di suatu hari. Dilain hari ada pembicaraan seperti ini. “Gue kemaren disapa sama orang… A ya? Gue jawab iya
- Gak Ngelink ke Blog Lain, Menghindari Hutang Budi :) Saya bukan orang yang sering masang blogroll. Bukan karena gak suka, bukan karena gak butuh. Apalagi sebagai ‘blogger gak ngetop’, bertukar link di blogroll sering dianjurkan diberbagai ti


jangan nyindir… jangan nyindir… :P
I’ll be back, you’ll see :)
Lho kok nyindir? :-?
menulis juga kadangkala menjadi kebutuhan lho.. rasanya ada yang kurang jika tidak menulis.. hehehe itu sih kata saya…pak.
tapi setelah sedikit menelusuri kata demi kata yang Bapak sajikan.. tipe tulisan bapak termasuk tipe ilmiah.. bukan semata-mata hiburan semacam coretan di buku harian.
sepertinya seperti putra bapak yang tersenyum lebar, tulisan anda pun begitu, dia tersenyum untuk dibaca orang-orang yang membutuhkan, dan akan membosankan bagi yang suka santai.. dan hanya menyukai humoris..lawakan atau banyolan. bapak okey lho Pak.. nggak salah kan jika saya bersilaturahmi ke blog bapak ini.. terimakasih jika tidak keberatan… permisi !!!
To Mamabanititi:
Salam kenal :) Saya sih nulis gak ada planning mau jadi tulisan ilmiah atau serius. Yang ada di pikiran saya saja yang saja tulis kok :)