Akhir minggu ini mungkin banyak disambut gembira orang kantoran. Boleh lihat di status Facebook atau Y!M teman-teman kita. Betapa tidak, pada hari H Pemilu pemerintah memutuskan untuk dijadikan hari libur nasional. Dan sehari sesudahnya, tanggal 10 April memang kalender jauh-jauh hari sudah dicetak dengan warna merah. Hampir dapat dipastikan, seperti biasanya kalau libur panjang pasti kawasan puncak dan kota Bandung akan ramai. Tiket pesawat dan kereta api ludes. Harganya pun melonjak tajam, seperti tukang ojeg kalau lagi becek… jual mahal dan menaikkan tarif.
Saya kok gak yakin pada hari H TPS akan ramai, terutama di Jakarta. Yang ada… pada nyoblos nyontreng yang laen. Aneh juga menurut saya, ditengah gencarnya himbauan untuk tidak golput… Pemilu justru diadakan disaat orang akan banyak keluar kota. Dulu jaman mantan presiden Soeharto Pemilu gak diliburkan. Mungkin sekarang muncul kekhawatiran akan kerusuhan kalau yang kalah gak terima. Parpol Indonesia… gitu loh… Tapi kalau emang niat supaya Pemilu bisa sukses, kok ya gak dibikin Pemilunya hari Rabu. Kalau Selasa atau Kamis, hari kejepitnya bisa pada cuti.
Kalau anda, milih keluar kota atau nyontreng? Atau malah ‘nyoblos’?
Ilustrasi: http://www.sxc.hu/
Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:
- Obama, Pemilu, dan Blogger Sukses Obama melalui web 2.0 ternyata turut menginspirasi para politikus negeri ini. Mereka sudah mencoba mengundang para blogger untuk ikut dalam kampanye mereka. Meski masih tampak agak ’gapte
- Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu – Bebaskan Ibu Prita! Ini soal sedikit soal rasa solider. Anda tahu soal Prita yang ditahan gara-gara menulis keluhan soal layanan yang diberikan rumah sakit ‘O’? Saya enggan menulis nama rumah sakitnya, karen
- Perusahaan Angkutan Setara Ojeg Perjalanan ke Subang sebetulnya mulus saja. Meski jalanan kecil, tapi tidak terlalu ramai. Yang cukup mengganggu cuma angkot yang berhenti sembarangan, motor yang ngotot ngambil jalur kanan… dan pal

