Beberapa waktu yang lalu saya nyoba bikin kontes review untuk blog saya yang lain. Jujur saja, kontes ini memang terinspirasi bagaimana cepatnya berita suatu kontes menyebar di kalangan blogger. Kadang tantangannya yang konyol, meski hadiah gak seberapa… cukup menantang. Kadang hadiahnya yang memang menggiurkan membuat peserta bejibun: sedikit usaha, toh gak bayar. Siapa tahu beruntung.
Waktu saya membuat kontes ini, harapannya sederhana: saya menginginkan diskusi yang lebih hangat dengan para pengunjung. Meski pengunjungnya menurut saya terbilang limayan, tapi pelit berkomentar. Saya tidak menyalahkan pengunjung, tentu saja. Mungkin blog itu yang terlalu serius, atau saya yang tidak dapat memancing para komentator. Selain itu karena kontesnya bersifat ’review contest’, tentu saja saya berharap ada masukan berharga untuk pengembangan blog itu ke depannya. Dengan adanya kontes, tentu saya berharap rasa enggan untuk berkomentar itu bisa tertutupi. Jadi kontespun di mulai.
Sudah hampir sebulan kontes berjalan. Hasilnya? Hanya segelintir yang ikutan. Padahal saya dari awal membuka kesempatan bahkan untuk yang belum punya blog untuk membuat blog dulu sebelum ikutan. Yang direview juga boleh apa saja. Tidak harus tulisannya.
Meski mungkin bagi banyak orang kontes ini gagal, tapi bagi saya setidaknya ada beberapa yang tercapai. Terutama diskusi meningkat lumayan banyak. Backlink? Visitor? Dari awal saya memang tidak berharap banyak untuk itu. Kalaupun ada efeknya hanya akan saya anggap efek samping.
Ada hal lain juga yang bisa dipelajari: solusi yang sama belum tentu bisa memecahkan masalah yang sama di tempat lain. Kontes bagi para blogger sepertinya mudah saja dibuat. Akan cepat menyebar di kalangan blogger. Itu teorinya. Kenyataannya, blog yang sangat niche belum tentu memiliki pembaca yang suka ngeblog. Avatar di komentar hampir semua default image. Link juga kosong, padahal di blog lain… url komentar terasa sayang dilewatkan. Sekedar nulis ’pertamax’ dan berharap dapat limpahan visitor. My readers are not bloggers! Berharap mereka nulis di blog? Nanti dulu…

Meski demikian tentu saya tidak bisa membatalkan kontes ini. Komitmen sudah dibuat. Namun tentunya saya sekarang tahu bahwa kontes seperti ini tidak cocok untuk dilakukan di blog itu.
Hal lain yang bisa dijadikan pelajaran adalah komitmen. Kalau melakukan sesuatu, harus total dan tidak bisa sekedarnya. Saya sekedar posting di blog bahwa saya membuka kontes. Memang dibantu beberapa teman, tapi that’s it. Teori Seth Godin ini mungkin salah. Jelas sudah lebih dari 10 orang yang tau. Dan lebih dari 10 orang yang bilang tertarik ikutan. Tapi tidak menyebar. Waktu, tenaga, dan biaya yang saya curahkan tidak cukup. Apalagi belakangan kontes sejenis banyak. Bahkan dengan hadiah yang jauh lebih besar, dan tantangan yang lebih menarik. Kontes seperti ini sepertinya butuh komunikasi yang lebih. Tidak sekedar hadiah belaka.
Dan terakhir, antisipasi. Kegagalan tidak selalu karena kesalahan. Dulu pengusaha rumah makan di jalur Sadang sampai Bandung mungkin cukup makmur. Tapi mendadak suram karena dibukanya tol Cipularang. Saya tidak mempersiapkan plan B, apalagi plan C dan D. Memang masih ada waktu untuk memperbaikinya. Tapi saya tidak lagi punya waktu yang cukup untuk memberikan komitmen yang lebih. It’s not well planned.
Untuk berikutnya, rasanya kegiatan yang lebih baik dilakukan disesuaikan dengan isi blog itu sendiri. Karakter pembacanya.
*Tulisan ini juga dibuat untuk mengikuti kontes NavinoT 2009 dan mengulas tulisan belajar dari kesalahan.
Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:
- Mau Ngereview Dapet Hadiah? Punya blog? Atau pengen mulai ngeblog? Mungkin teman-teman tertarik untuk mengikuti kontes ini. Not too fancy, karena hadiah ini disediakan oleh saya dan teman-teman :) Tapi ya lumayan lah ;) Sebetuln
- Gak Ngelink ke Blog Lain, Menghindari Hutang Budi :) Saya bukan orang yang sering masang blogroll. Bukan karena gak suka, bukan karena gak butuh. Apalagi sebagai ‘blogger gak ngetop’, bertukar link di blogroll sering dianjurkan diberbagai ti
- Iklan Caleg, Untuk Apa? Ilustrasi: http://bahtiarhs.net Anda lihat spanduk iklan di tengah-tengah baliho raksasa para caleg di foto ini? Ada Alex’s Salon. Pusat grosir juga ada. Saya gak tau ini di mana karena nyomot


hm… jadi gimana do? bisa2 semua peserta dapet hadiah nih :D
boleh kan ikut mendaftar
@Latree: Gak kok, kan udah ada yg gugur ;) Tiap minggu diambil cm 1 nominee saja.
@Cow: Silahkan, terbuka untuk semua kok… :)