Baru-baru ini pemerintah DKI mulai meluncurkan ’wacana baru tapi lama’ : pembatasan kendaraan dengan pelat nomer. Sudah banyak jurus yang sudah dilancarkan Pemda DKI. Mulai dari 3 in 1, busway, larangan parkir, jam sekolah dan jam kerja, sampai monorail dan subway yang masih diangan-angan. Tapi tidak ada yang berhasil, meski waktu pemilihan gubernur, jurus sakti yang dilontarkan adalah ’serahkan saja pada ahlinya. Bahkan ahlinya tampak tidak berdaya menghadapi kemacetan Jakarta.
Bagi saya, semua kebjiakan itu memang tampak tidak terarah. Sulit membayangkan pelaksanaan 3 in 1 bisa sukses kalau angkutan umum masih sangat buruk. Tidak ada pembagian zona yang jelas untuk tata ruang. Fungsi jalan tidak dihiraukan. Busway yang digadang-gadangkan sebagai penyelamat justru makin terpuruk. Jalanan dan haltenya jadi hiasan belaka, seperti tiang monorail.
Saya bermaksud membagi tulisan ini menjadi dua bagian. Pertama, kenapa kita tidak bisa mengharapkan Pemda mampu mengatasi kemacetan dalam waktu dekat. Dan kedua, apa yang bisa anda lakukan untuk membantu mengurangi kemacetan Jakarta. Toh, ini buat kita juga. Dan kalau kita bisa membantu, kenapa tidak?
(more…)