June 26th, 2009

old_man_walking Mungkin yang tau saya akan tertawa membaca judul di atas.

“Ahhh, baru umur segini dah mikir pensiun!”

Memang kalau dilihat dari umur sih masih lama. Tapi gak ada salahnya mulai mikir dari sekarang kan? Asal-usul pemikiran ini gara-gara saya membaca tulisan paman Tyo yang temannya ingin jadi penulis setelah pensiun. Mungkin itu bisa jadi salah satu alternatif setelah pensiun: full time blogger!

Tapi ini bukan soal blogging.

Memang pensiun bagi sebagian orang mengerikan. Sampai ada istilah post power syndrome. Bagi pejabat atau petinggi yang biasa dihormati di lingkungan kerjanya kagok saat mendadak jadi ‘orang biasa’. Tapi jangan salah, ketakutan ini gak cuma menghantui para mantan pimpinan. Yang terbiasa sibuk lalu mendadak harus diam di rumah juga akan merasa terteror.

Waktu masih kuliah, banyak waktu luang mungkin akan disambut gembira. Masih banyak teman senasib yang bisa diajak nongkrong, banyak hobi yang bisa disalurkan. Tapi rasa itu akan berbeda kalau sudah bekerja. Banyak teman-teman yang sibuk dengan kerjaan masing-masing. Otomatis teman-teman yang paling sering kita temui ya teman-teman kantor. Kehilangan mereka secara tiba-tiba, kegiatan yang rutin dilakukan selama bertahun-tahun… rasanya memang tidak akan menyenangkan. Kalau sekedar selesai sekolah, akan dapat teman baru di tempat baru. Pensiun?

Bagi yang pensiun kaya raya, mungkin anda akan menganggap mereka akan pensiun dengan senang. Mungkin saja. Banyak uang paling tidak membuat mereka bisa menikmati hidup. Pesiar ke luar negeri, jalan-jalan sampai ke pelosok tanah air, dll. Tapi lama-lama pasti bosan juga. Sepi. Belum lagi masalah post power syndrome itu. Bagi yang cukup beruntung bisa membuat usaha sendiri demi mengisi waktu.

Beberapa pensiunan kadang mencoba mencari kesibukan dengan bekerja lagi. Kadang paruh waktu. Tidak semuanya bekerja demi uang, sebagian hanya untuk mengisi waktu. Anda sendiri sudah terbayang akan melakukan apa?

Yang terbayang oleh saya, tentunya saya tidak ingin merepotkan orang. Sukur-sukur bisa berguna buat orang lain. Orang yang sedang bosan bisa sangat annoying. Mungkin mengganggu orang lain yang sedang sibuk. Apalagi kalau sudah dilanda penyakit pikun. Ya namanya juga orang tua, terlebih otak yang selama ini bekerja keras mendadak berhenti berpikir. Saya pernah dengar ada yang kemudian mengambil sekolah lagi demi melatih otaknya kembali. Biar gak pikun.

Rasanya membuka usaha sendiri setelah pensiun adalah pilihan yang menyenangkan. Bukan soal duit. Saya pikir kalau sudah pensiun, uang mungkin tidak lagi terlalu dipikirkan. Tapi setidaknya agar kita bisa tetap mengisi waktu dengan manfaat. Sukur-sukur bisa membantu pegawai yang bekerja untuk kita :) Mengurangi angka pengangguran.

Kalau gak mungkin, saya berharap saat saya pensiun blog saya masih eksis. Sukur-sukur bisa dapat uang dari pemasang iklan. Tapi itu tidak penting lagi. Setidaknya aktifitas blogging akan membuat otak saya tetap bekerja.

Nah, apakah anda sering mengeluh saat ini karena merasa terlalu sibuk? Membayangkan mendadak punya uang banyak dan gak perlu kerja? Mungkin kita perlu berpikir juga: seandainya saya tidak bekerja sekarang… saya mau apa? Saya pikir bengong di rumah bukan sesuatu yang perlu diimpi-impikan. Bahkan orang yang punya uang banyak akan mencari kesibukan agar tidak bengong di rumah.

Jadi, setelah pensiun mau apa?

Ilustrasi: http://www.sxc.hu/

Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:

  1. Tanggung jawab itu… Kalau sekarang saya perhatikan, semakin hari semakin banyak saja pengguna jalan yang menyebalkan. Tidak hanya tidak menghargai pengguna jalan lain, mereka juga melanggar dan membahayakan. Tanpa memiki
  2. Asuransi dan Property itu Enggak Menguntungkan! Jaman seperti ini memang suka bikin pusing. Obrolan kami pun tak jarang nyerempet soal investasi dan tabungan. Kali ini seorang rekan yang nanya soal asuransi pendidikan ke saya. Bukan karena saya fin
  3. Nasionalisme Buta “Ah, kalau saya sih tetep milih beli di Pertamina. Kita untung, bangsa untung!” Kata teman saya ini dengan penuh nasionalisme. Itu tanggapannya waktu saya bilang di Shell ternyata bbm sekelas pertama