July 15th, 2009

old computer Mas Nuril menarik kabel telpon yang lumayan panjang itu ke komputernya. Nyolok ke modem. Sebentar kemudian dia mencoba mengkoneksikan ke ISP. Ada bunyi nada telpon disusul krik-krik kaya jangkrik selama beberapa detik (atau menit?).

“Nahhh… cek email dulu ya… baru browsing…”

Kalau mau dibilang pertama kali saya liat orang menggunakan internet itu ya waktu itu. Tahun 97-an. Di kosan saya di Bandung.

Habis itu mas Nuril memamerkan browsing beberapa situs, searching foto-foto artis (sumpah bukan foto porno) yang habis dilihat di TV. Kalau gak salah waktu itu masih pakai Yahoo! search. Saya cuma ngeliat aja. Malas juga mencoba menggunakannya kalau tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Apalagi saya tahu tarif pemakaiannya mayan mahal. Setidaknya untuk waktu itu.

Kalau dibandingkan dengan sekarang ya jauh. Kegiatan online juga tidak banyak. Dulu mana ada Friendster apalagi Facebook. Blogging dan Twitter juga gak kebayang. Dulu kita ya cuma pengguna pasif. Tapi sekedar mencari literaturpun gak terlintas di pikiran. Sumber informasi di internet belum sedahsyat sekarang. Apalagi konten lokal. Chatting yang populer masih MiRC. Dan belum banyak teman yang memang aktif chatting. Paling-paling menegur orang secara acak dan mengetikkan singkatan yang melegenda itu “ASL pls?”.

Saya tidak terlalu tertarik menggunakan internet sampai beberapa teman lama mulai menggunakannya. Teman sekolah di Padang. Fasilitas terpopuler saat itu diantara teman-teman: email dan mailing list. Dulu gak seperti sekarang, berkomentar pada status Facebook teman yang duduknya di depan kita. Atau chat di ponsel saat meeting mulai membosankan. Dulu tujuannya untuk tetap bisa berkomunikasi dengan teman lama. Merasa gak mau kalah, saya mulai tertarik mencoba internetan sendiri.

Saya mencoba online di warnet. Kalau tidak salah, itu satu-satunya warnet yang ada di Semarang waktu itu. Di Plasa Simpang Lima. Tarifnya untuk waktu itu terbilang mayan mahal. 10rb sejam. Sekarang saja masih bisa dikatakan mahal ya :D Ini baru bisa dikatakan pengalaman saya pertama kali menggunakan internet.

Tujuan pertama saya waktu itu bikin email. Gengsi juga kalo gak punya email. Biar bakal jarang dicek, paling gak punya dulu lah. Saya buat di Yahoo! (Hmmm… Yahoo! dulu betul-betul berjaya!). Jangan tanya alamatnya. Alamatnya panjang dan susah diingat, dan jauh dari keren. Mungkin masih ada, tapi saya dah gak pernah lagi cek. Bikin account email dah beres.

Selanjutnya, tentu saya mau nyebar alamat email itu. Alamat email gue nih! However, saya tidak tahu cara mengirimkan email. Sumpah! Akhirnya karena malu bertanya, dan enggan mencari tahu, saya ingat dulu mas Nuril menggunakan Outlook Express. Saya buka saja aplikasi itu dan mencoba mengirimkan email ke seorang teman. Waktu itu baru dia yang saya tau alamatnya. (Oh, It sounds so stupid now) Isinya simpel. Cuma bilang saya punya alamat email di sini nih… Bodohnya, saya bahkan salah mengetikkan alamat emailnya. Kalau tidak salah, nama ISP-nya salah saya ketikkan. Tanpa mengecek lagi, Outlook saya tutup. Lalu melanjutkan browsing beberapa saat lagi, dan pulang.

Saya sama sekali tidak tahu bahwa untuk menggunakan Outlook Express saya harus menset accountnya dulu. Saya pikir saya buka ya langsung bisa mengirimkan email saya. (I know, that’s stupid. But it makes sense before :D) Beberapa minggu kemudian, saya kembali online dan mengecek email di Yahoo! Ternyata pemilik email menerima ‘fail delivery receipt’ dan marah karena saya menggunakan account emailnya (mohon maaf bagi pemilik account itu, saya sungguh tidak tahu :D). Buntutnya dia mengirimkan email ke Yahoo! dan melaporkan abuse tersebut. Email teguran dari Yahoo! lah yang saya lihat di inbox saya. Tapi ya salahnya juga, menset account email di Outlook Express… pada komputer publik!

Untungnya masalah itu tidak berlanjut. Tapi bagi saya betul-betul memalukan. Dan sekarang mungkin saja para pengguna internet lebih cerdas, dan saya bisa dituntut. Karena itu sekarang saya lebih berhati-hati menggunakan fasilitas internet. Dan untungnya banyak resource yang bisa membantu saya memperoleh informasi. Dengan sedikit usaha menggunakan Google search. Btw, sadarkah anda bahwa mayoritas info itu sekarang dari blog?

Bagi yang sering menggunakan komputer publik… berhati-hatilah dalam menggunakan account anda. Jangan save password di browser ya!

Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:

  1. Etika Mengirimkan Email Pribadi Saya baru membaca tulisan ini di blog milik Seth Godin. Menurut saya menarik sekali. Terutama bagi yang sering mengirimkan email promo dan penawaran. Intinya, kalau email anda ingin diperhatikan, leb
  2. Kumpul ‘Bocah’ Kami jelas bukan lagi bocah. Meski ada yang bilang ‘boys never grow old’. Tapi sungguh tidak pantas kalau masih menyebut kami ‘boys’. Masa kuliah yang diceritakan saja sudah
  3. Tidak Ada Alasan untuk Spamming! Spamming seringkali dianggap hal yang mengganggu. Banyaknya waktu yang terbuang dalam mensortir email sampah ini sering dijadikan penyebab. Meski sebetulnya spam juga merugikan dari sisi space mail bo

Tags:

9 Responses to “Mimpi Buruk Email Pertama”

  1. latree says:

    hihi… culun. masih mending bikin sendiri. aku dibikinin, dan masih dipake sampe sekarang :D

  2. Wah….bener2 nightmare..haha. Btw namanya mirip nama temenku di crita ini:
    http://heartxplorer.blogspot.com/2009/07/internet-doraemon-dan-gunung-brojo.html
    Mampir jg yah

  3. muji says:

    aku pengen punya PC yang OL sendiri…

  4. Tongkonan says:

    Benar bgt tuhhh…! hati2 dgn password kalau menggunakan komputer public, kayak di warnet.

  5. Ippen says:

    sama aku juga dulu waktu awal-awal ngenet sering lupa log out, sampe pernah iRC ku dipake orang buat hal-hal gak bagus.. :

    Semoga beruntung yah mas :)

    Ikutan juga ah

  6. salam kenal,
    postingannya mantap.
    salam.