Perjalanan ke Subang sebetulnya mulus saja. Meski jalanan kecil, tapi tidak terlalu ramai. Yang cukup mengganggu cuma angkot yang berhenti sembarangan, motor yang ngotot ngambil jalur kanan… dan paling parah bus dan truk yang grasa-grusu nyalip meski jalanan ramai. Menurut saya aneh, kok bisa supir kaya gitu diterima jadi pegawai?
Bayangkan anda punya posisi sebagai decision maker di perusahaan anda. Kriteria pegawai seperti apa yang anda inginkan? Tentu yang bisa mendatangkan profit. Lalu anda mungkin akan berpikir si pegawai dapat menjaga dengan baik properti milik perusahaan. Dan tentunya akan membawa nama baik perusahaan.
Supir bus, properti yang dibawanya tidak main-main: bus seharga ratusan juta (atau malah milyaran?). Tentu sebagai perusahaan tidak mau properti vital seperti itu rusak saat kecelakaan. Apalagi karena ulah supir ugal-ugalan. Dan tentu, tidak ingin nama perusahaan dicemarkan si supir karena orang jadi takut naik bus maut.
Menurut saya aneh, kalau bus-bus seperti itu bisa dibawa secara ugal-ugalan oleh supirnya. Apa para petinggi perusahaan itu tidak tau? Atau tau tapi tidak peduli? Kalau tidak peduli sedih juga. Masa perusahaan besar hanya mengincar profit sesaat tanpa punya visi dan misi jauh ke depan? Masa tidak ada cita-cita bagaimana perusahaan itu jadinya setidaknya 5 tahun lagi? Gak jauh beda dengan tukang ojeg dong. Kita tau tukang ojeg pas macet gila-gilaan bisa naikin tarif sampai 2x lipat. Setali tiga uang dengan perusahaan bus di sini. Tapi tukang ojeg memang rejekinya sulit diprediksi, gak seperti perusahaan.
Entahlah. Bagi saya perusahaan angkutan yang mempekerjakan supir seperti itu tidak punya cita-cita besar. Rasanya gak mungkin pimpinannya setolol itu, mempekerjakan orang-orang yang tidak kompeten dan membahayakan perusahaannya. Yang penting uang masuk hari ini, besok urusan nanti. Boro-boro kenyamanan penumpang, keselamatan saja gak dijaga. Hanya upgrade dari tukang becak, ke tukang ojeg, dan sekarang pake bendera perusahaan. Saya tidak bermaksud menghina tukang becak atau tukang ojeg. Mereka seringkali dapat dimaklumi mengingat kondisi mereka. Yang saya tekankan keanehan bahwa perusahaan perangkutan yang mindsetnya kok tetap kerdil meski ukuran kendaraannya sudah besar?
Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:
- Pemilu Libur… Nyuruh Orang Jadi Golput? Akhir minggu ini mungkin banyak disambut gembira orang kantoran. Boleh lihat di status Facebook atau Y!M teman-teman kita. Betapa tidak, pada hari H Pemilu pemerintah memutuskan untuk dijadikan hari l
- Hebohnya para Motivator “Heh, apa kabar lo?” Gitu sapaan yang saya dengar di lift. Sepertinya dia memang rada surprised liat temen yang lama gak keliatan. Rasa surprised itu tampak semakin bertambah waktu temanny
- Kalau pengemudi ini membahayakan, hubungi …. Orang itu melempar sebuah batu kecil. Anjing buduk itu lari terkaing-kaing dengan ekor terselip diantara kedua kakinya. Entah kenapa, hal itu yang terbayang oleh saya saat sebuah mobil mendadak berusa

