Si Ibu buru-buru naik ke bus dengan sedikit menyeret anaknya. Si anak menurut saja. Tidak bisa disalahkan. Bus kota di Jakarta memang tidak manusiawi. Wajar kalau si Ibu takut anaknya malah jatuh kalau gak buru-buru naik.
Meski masih pagi dan bus masih relatif sepi, tapi kursi sudah terisi penuh. Sia-sia saja si Ibu melirik kebelakang dan ke depan. Semua sudah penuh. Si Ibu pasrah dan menarik anaknya merapat ke bangku. Pria bertubuh besar yang duduk di bangku itu melirik sekilas, tampak iba, tapi akhirnya memutuskan pura-pura tidak tahu. Tidak bisa disalahkan juga. Naik bus 46 memang perjuangan tersendiri. Apalagi di bulan puasa ini. Supir dan kondektur tidak akan berhenti memasukkan penumpang selagi bisa.
Karena yang duduk di sekitar si Ibu tampak tidak ada yang beranjak, saya putuskan memanggil si Ibu dan menawarkan duduk di tempat saya. Toh hari ini sepertinya gak seramai biasanya. Sambil menggumamkan terima kasih yang tidak terlalu jelas terdengar, si Ibu segera duduk dan memangku anaknya.
Jujur saja, saya tidak terlalu peduli dengan si Ibu. Tapi saya kasihan melihat anaknya. Umurnya paling masih di bawah 5 tahun. Kalau si Ibu sendirian, saya belum tentu akan memberikan kursi saya. Saya juga gak terlalu peduli apa saya dapat pahala atau tidak. Biarpun itu di bulan puasa, saya sama sekali gak peduli.
Satu yang saya harapkan, mudah-mudahan kelak anak saya tidak akan mengalami busuknya transportasi umum di Jakarta ini. Dan jika ternyata belasan tahun lagi masih sebusuk ini (atau lebih), semoga penumpang lain bersedia membantunya.
*Semoga Pemda DKI dibukakan hatinya untuk lebih serius menggarap transportasi Jakarta. Amin.
Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:
- Wanita Ingin Menguasai Dunia? Entah sudah berapa puluh kali film ‘Baby’s day out’ diputar di TV. Ceritanya pasti udah pada tau. Basi. Meski begitu, kelucuan yang ada masih lumayan menggelitik. Pada satu bagian
- Ayo Bebaskan Jakarta dari Macet! Baru-baru ini pemerintah DKI mulai meluncurkan ’wacana baru tapi lama’ : pembatasan kendaraan dengan pelat nomer. Sudah banyak jurus yang sudah dilancarkan Pemda DKI. Mulai dari 3 in 1, bu
- Masih Pedulikah Pemerintah pada Keselamatan? Pagi ini untungnya saya denger di radio kalau jalan tol dalam kota macet. Ada kecelakaan trailer, truk, dan bus. Kebayang kalo kendaraan dengan bodi yang molegh-molegh seperti itu malang-melintang di
Tags: anak, bus, jakarta, Transportasi


mendingan anaknya yang dipangku, ibunya biarin aja. btw, aku juga ga minta diperlakukan istimewa dengan dikasih tempat duduk kok. wanit yang sehat dan kuat ya berdiri aja. menurutku lebih penting memberikan tempat duduk kepada orang tua, orang sakit, atau…. ibu hamil :D
Aku jg gak selalu ngasih tempat duduk kok :p
Klo ibu hamilnya baru bbrp minggu kan belum keliatan… gimana dong ;)