September 18th, 2009

laughing

Waktu itu kami hendak ketemu dengan teman lama. Jauh-jauh datang dari Batam, tentunya sayang kalau kami gak ketemu dia. Kami parkir di lapangan kosong disebrang PIM. Sekarang sudah jadi PIM 2. Whew, times goes so fast. Pintu masuk kendaraannya sempit, jadi waktu kami menunggu tiket parkir, yang mau keluar mesti menunggu. Orang itu tampak tidak sabar. Tampak menggerutu dan berkali-kali membunyikan klaksonnya. Bule, Ramon, dan Erwin menanggapinya santai.

"Buset dah, gak sabaran amat. Kaya orang susah aja"
"Pasti istrinya ngomel gak dibeliin baju tuh" Celetuk yang lain.

Santai saja. Kami tertawa saja dan berlalu. Seandainya mereka waktu itu ikutan ngomel, ngedumel atau memaki, mungkin saya juga sudah ikut memaki orang itu.

Sikap kita mempengaruhi orang di sekitar kita. Kadang orang yang biasa-biasa saja awalnya, dengar orang ngedumel melulu juga akan terbawa gak enak suasananya.

Sebaliknya, orang yang tadinya kesal bisa berbalik jadi santai melihat lingkungan sekitarnya menanggapi dengan santai.

Kalau sedang kesal jangan langsung dilepaskan. Tahan beberapa saat, atur nafas, dan lihat apakah mood anda akan berubah. Dengan menahan emosi anda beberapa menit, anda bisa membuat lingkungan anda lebih menyenangkan.

Mohon maaf lahir dan bathin!

Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:

  1. Fotonya Bahagia, Statusnya Curhat Status Ilman di Plurk cukup menarik perhatian saya. Dia bilang dia senang melihat foto-foto di Facebook. Banyak orang yang tampak bahagia dari melihat fotonya. Ya, kalau urusannya foto, rasanya saya
  2. Setelah Pensiun Mau Apa? Mungkin yang tau saya akan tertawa membaca judul di atas. “Ahhh, baru umur segini dah mikir pensiun!” Memang kalau dilihat dari umur sih masih lama. Tapi gak ada salahnya mulai mikir dari sekarang
  3. Hidup Anda Selalu Sesuai Rencana? Setau saya banyak orang yang hidupnya gak sesuai dengan rencananya. Termasuk saya. Arsene Wenger pasti gak menyangka dia bakal kehilangan Adebayour, Wallcot, dan van Persie saat kalah dari Stoke. Kala

Tags:

2 Responses to “Tertawalah, Jauh Lebih Baik daripada Merengut”

  1. memang tertawa bisa bikin suasana jadi santai dan meriah, dan bisa menghilangkan ketengan.
    jadi ingat pameo warkop dulu, tertawalah sebelum tertawa itu dilarang

  2. yosbeda says:

    kunjungan pertamax nie,, tp bingung mo komen ap,,
    lam kenal dula aj ya dari yos