October 26th, 2009

texture_collage_4 Sekarang kalau dihitung-hitung secara total, saya punya 5 blog! Tapi bukan karena itu blog saya yang ini terkesan terabaikan. Blog-blog lain yang berbahasa Indonesia juga bernasib sama. Alasannya, sekarang saya punya blog dalam bahasa Inggris. Blog ini relatif baru. Baru 5 bulan. Tapi saya senang bahwa blog itu cukup dapat diterima dan mungkin bisa dibilang sudah cukup punya pengaruh besar di nichenya.

Nasib berbeda dialami blog yang serupa tapi tak sama. Niche dan contentnya hampir sama, tapi dalam bahasa Indonesia. Kebanyakan yang berkomunikasi dengan saya minta dikirim tutorial via email atau minta crack. Tidak ada blog lain yang mereview (mungkin blogger Indonesia pelit?) atau ngelink ke blog itu sebagai reference. Yang ada copy-paste.

Meski di www.cad-notes.com komentarnya juga gak banyak-banyak amat, tapi diskusi di Twitter cukup meriah. Dan yang paling membuat saya senang, beberapa situs besar sudah melink ke sana. Ada yang mereview seperti di Daily AutoCAD. Dan sebagainya.

Hal-hal itu yang membuat saya agak enggan mengurusi blog Indonesia saya. Tidak heran, hal-hal seperti ini yang membuat banyak putra bangsa enggan bekerja untuk memajukan bangsanya. Mereka tidak merasa dihargai. Seorang teman saya yang masih cukup punya idealisme, punya solusi unik: blog dwilingual. Dengan demikian blognya tetap hidup, dan punya percakapan hangat dengan pengunjung bule. Oh ya, kebanyakan yang komentar justru bukan orang kita kok.

Rasanya miris. Dulu waktu saya sekolah tingkat SD, banyak materi pelajaran yang membanggakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah. Penuh sopan-santun. Tenggang rasa. Dan entah sifat baik apalagi. Dulu saya percaya dan bangga menerima materi itu. Sekarang? Entah sekarang sifat bangsa kita yang berubah, atau mungkin yang nulis materi pelajaran itu yang salah.

Jangan heran kenapa putra-putra terbaik bangsa lebih memilih tinggal di luar negri. Mereka yang memimpin dengan hati lebih sering dicerca, dan saat mereka memberikan yang terbaik kita tutup mata. Kita masih jauh dari dewasa. Dan semakin tertinggal. Orang sibuk mengkritik tapi lupa mendengarkan kritik.

Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:

  1. Nasionalisme Buta “Ah, kalau saya sih tetep milih beli di Pertamina. Kita untung, bangsa untung!” Kata teman saya ini dengan penuh nasionalisme. Itu tanggapannya waktu saya bilang di Shell ternyata bbm sekelas pertama
  2. Seleb Ngeblog, Blogger Seleb… “Wah, lo mesti nyoba man… ngeblog itu seru” itu kata dia di suatu hari. Dilain hari ada pembicaraan seperti ini. “Gue kemaren disapa sama orang… A ya? Gue jawab iya
  3. Menggunakan Domain Sendiri, Sekedar Commitment Fee Ngeblog di domain sendiri punya banyak alasan. Ada yang biar keliatan keren, ada yang menganggapnya sebagai investasi, ada yang ingin membuatnya jadi lebih professional, dan sebagainya. Bl

2 Responses to “Kapan Karya Anak Bangsa Dihargai?”

  1. Ki Syafrudin says:

    Sepengamatan saya, penghargaan orang terhadap “karya” sudah terlihat pada pilihan OS yang digunakan. Sepertinya karena mereka mulai sadar tentang HAKI, para pengguna Linux lebih peduli keharusan mencantumkan sumber jika kopi-paste, atau jika menggunakan gambar bukan karya sendiri, dan sejenisnya. Sementara saudaranya para pengguna Windows “bajakan”, memang belum punya kesadaran HAKI, jadi dengan enteng melakukan kopi-paste atau majang gambar orang tanpa menyertakan sumber.

    Untuk ini, mungkin ada baiknya di tentangcad.com Bang Edo lebih banyak nulis tentang open source dan freeware CAD seperti QCAD, BRL-CAD, FreeCAD, dst.
    Ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran HAKI para pembaca yang dari dunia Windows, dan di sisi lain menambah arus pengunjung dari dunia open source.

    • Edo says:

      Terima kasih atas tanggapannya :)
      Terus terang saya lagi malas ngurusin TentangCAD.com. Soal freeware, saya jg sudah sering memposting soal freeware yang bisa digunakan sebagai alternatif di blog saya TentangIT.com.
      Klo kata temen, orang Indonesia klo nginternet lebih suka ‘nyedot’ tanpa memberikan imbal balik. Imbal balik bukan berarti harus berupa duit kan… tp bisa ngerekomendasikan ke teman, melink balik, memberikan masukan/kritik, dll. Bahkan dengan iming2 penulis lepas akan dibayar aja gak banyak yang mau nulis. Yang gabung di forum jg sedikit. Jadi saya pikir saya akan hibernate dulu di blog itu :)