November 24th, 2009

blackberry_keypad

Sebetulnya masalah ini sudah muncul sejak pertama kali ponsel keluar. Tapi rasanya semakin hot belakangan ini.

Pertanyaan pendek saja: sejak anda punya ponsel yang sekarang, berapa lama anda gunakan sebagai telpon, dan berapa lama anda gunakan sebagai browser/konsol game/email client/text messaging? Mungkin jawaban anda akan bilang untuk nelpon hanya 10%!

Pertama kali saya lihat banyak ABG yang pakai ponsel, ponsel itu sudah tidak dimanfaatkan sebagai mana mestinya. Sering saat para ABG itu mati gaya di acara keluarga, mereka memanfaatkannya untuk main game atau sekedar ngganti-ganti setting seperti ring tone. Bersyukurlah kalau ada beberapa ABG yang hadir di acara bored to death itu. Mereka akan saling memamerkan model terbaru atau sekedar memamerkan ring tone koleksi terbaru mereka. Bahkan di masa itu, ponsel hanya bisa bunyi (tanpa bisa SMS) ponsel sudah jarang digunakan sebagai telpon. Waktu itu telpon belum bisa disebut telpon pintar alias smart phone.

Jaman berganti. Sekarang masanya produsen ponsel habis-habisan mempromosikan ponsel online dengan papan ketik QWERTY. Tapi akhirnya tetap sama: ponsel akan jarang dipakai sebagai telpon. Sekarang malah pemiliknya asik sendiri nge tweet atau ngupdate status di facebook. Kadang pas meeting yang juga bored to death, malah nggosipin presenter atau bossnya via Twitter atau BB messaging.

Yang seru di postingnya seorang teman dari NZ. Ia baru beli iPhone, dan ngoprek gadget itu habis-habisan. Install aplikasi, nge-tweet, browsing, dll. Pada saatnya iPhone itu berbunyi, dia justru terkejut dan kebingungan bagaimana cara mengangkatnya :)

Seingat saya, dulu ada ponsel yang make tag line ‘connecting people’, dan rasanya sekarang sudah enggak. Mungkin sekarang mestinya namanya bukan lagi ponsel. Entah lah, anda punya usul?

Corat-coret yang (mungkin) berhubungan:

  1. Salah Sambung… Malam itu jam 10an. Saya dan istri sudah tidur. Anak saya juga baru tidur, cukup sulit menidurkannya karena lagi pilek. Mendadak ponsel saya bunyi. Setengah loncat saya mengambil dan menjawab telpon
  2. Fotonya Bahagia, Statusnya Curhat Status Ilman di Plurk cukup menarik perhatian saya. Dia bilang dia senang melihat foto-foto di Facebook. Banyak orang yang tampak bahagia dari melihat fotonya. Ya, kalau urusannya foto, rasanya saya
  3. Resepsi Pernikahan: Untuk Pengantin Apa Untuk Tamu? Anda pernah menghadiri pesta pernikahan orang Amerika? Saya tidak. Tapi seandainya yang di film-film itu menggambarkan suasana pesta mereka secara benar, saya rasa saya cukup punya gambaran. Pesta per

Tags: , ,

2 Responses to “Telpon Seluler atau…?”

  1. wi2k says:

    aakh..masa’ sich? prosentase pemakaian HPku terbesar msh buat nelpon (75%)..sisanya dibagi2 antara sms, email ngebrowse dll. u/ ring tone..mmhh udah lama aku gak suka HPku bunyi suara berisik..jd HP slalu dlm kondisi vibrate :p

    • Edo says:

      Mungkin kamu termasuk yang masih memanfaatkannya sebagai telpon Wik :) Tp di sekitarku udah jarang yg make sbg telpon, kecuali yg di marketing.