Archive for the ‘Hanya di Indonesia’ Category

Terjemahan (Terjun) Bebas

Wednesday, May 27th, 2009

hope

Tulisan ini cukup menggelitik saya pagi ini. Kebetulan saya memang lagi bawa kendaraan, dan liat tulisan ini di kaca jendela ruang tunggu supir. Awalnya saya gak terlalu memperhatikan. Tapi agak tertahan waktu melihat kata HOPED. Eh, apa ini?

The footwear hoped was released

Dicetak dengan font besar dan sepertinya dibuat bold. Ada beberapa detik saya tertahan dan berusaha memahami maksudnya. Waktu akhirnya saya menyerah dan membaca tulisan di bawahnya, saya pun gak tahan nyengir.

Ternyata maksudnya ‘alas kaki harap dilepas’. Mungkin ini korban software terjemahan otomatis. ‘Harap’ secara naif diterjemahkan menjadi hoped. Tapi rasanya ya belum pas juga. Hoped bukannya berharap?

Bukan sekali-dua terjemahan salah kaprah seperti ini muncul. Kadang kesalahan penulisannya cukup menggelikan. Entah apa alasan empunya bangunan untuk memasang bahasa Inggris lebih besar daripada bahasa Indonesianya. Seingat saya gak ada supir yang orang bule. Kalaupun ada bule yang nyetir sendiri, rasanya gak bakal nongkrong di ruang tunggu supir. Jadi pemakaian bahasa Inggris jelas gak berguna. Mungkin lebih berguna kalau pakai bahasa Jawa atau Sunda.

1
Posted in Hanya di Indonesia |

Ayo Bebaskan Jakarta dari Macet! What You Can Do…

Monday, May 11th, 2009

Di tulisan sebelumnya, saya sedikit curhat kenapa Jakarta sulit diharapkan bebas dari macet. Tidak terasa keseriusan dari Pemda untuk membenahi kemacetan itu. That’s why.

Tapi sebetulnya macet itu biasa kok. Begini… Kebanyakan pengguna jalan cuma muncul beramai-ramai di saat peak hour. Waktu berangkat dan pulang kerja. Sesudah itu trafficnya berkurang secara signifikan. Rasanya gak ideal juga kalau ‘panjang jalan’ di Jakarta di desain untuk memenuhi traffic yang cuma berlangsung sekitar 4 jam itu. Mubazir. Masih banyak pos yang membutuhkan anggaran, gak cuma jalan. Jadi macet akan selalu ada, meski seharusnya gak separah sekarang.

(more…)

3

Resepsi Pernikahan: Untuk Pengantin Apa Untuk Tamu?

Monday, May 4th, 2009

1174432_engagementAnda pernah menghadiri pesta pernikahan orang Amerika? Saya tidak. Tapi seandainya yang di film-film itu menggambarkan suasana pesta mereka secara benar, saya rasa saya cukup punya gambaran.

Pesta pernikahan wong londo itu gak seperti di sini. Betul-betul pesta, dan pengantin pun terlibat. Yang diundang hanya keluarga dekat, yang juga mengikuti acara dari awal sampai akhir. Mulai dari yang resmi sampai dansa-dansi. Semua undangan bisa duduk dan mengikuti semua prosesi dengan nyaman. Bisa berbincang-bincang dengan pengantin, tidak hanya sewaktu salaman saja. Acara yang terbilang akrab.

Menurut saya, acara yang cukup nyaman untuk diikuti. Apakah anda sudah pernah menikah? Atau setidaknya pernah datang ke resepsi pernikahan teman dekat anda? Atau malah ada rencana nikah lagi? Mungkin kita bisa diskusi soal resepsi ini.

(more…)

0