
Tulisan ini cukup menggelitik saya pagi ini. Kebetulan saya memang lagi bawa kendaraan, dan liat tulisan ini di kaca jendela ruang tunggu supir. Awalnya saya gak terlalu memperhatikan. Tapi agak tertahan waktu melihat kata HOPED. Eh, apa ini?
The footwear hoped was released
Dicetak dengan font besar dan sepertinya dibuat bold. Ada beberapa detik saya tertahan dan berusaha memahami maksudnya. Waktu akhirnya saya menyerah dan membaca tulisan di bawahnya, saya pun gak tahan nyengir.
Ternyata maksudnya ‘alas kaki harap dilepas’. Mungkin ini korban software terjemahan otomatis. ‘Harap’ secara naif diterjemahkan menjadi hoped. Tapi rasanya ya belum pas juga. Hoped bukannya berharap?
Bukan sekali-dua terjemahan salah kaprah seperti ini muncul. Kadang kesalahan penulisannya cukup menggelikan. Entah apa alasan empunya bangunan untuk memasang bahasa Inggris lebih besar daripada bahasa Indonesianya. Seingat saya gak ada supir yang orang bule. Kalaupun ada bule yang nyetir sendiri, rasanya gak bakal nongkrong di ruang tunggu supir. Jadi pemakaian bahasa Inggris jelas gak berguna. Mungkin lebih berguna kalau pakai bahasa Jawa atau Sunda.
Anda pernah menghadiri pesta pernikahan orang Amerika? Saya tidak. Tapi seandainya yang di film-film itu menggambarkan suasana pesta mereka secara benar, saya rasa saya cukup punya gambaran.
