<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>edo-online.com &#187; Investasi</title>
	<atom:link href="http://edo-online.com/category/investasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edo-online.com</link>
	<description>Corat-coret Seseorang yang Menganggap Dirinya Blogger...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 04:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bajakan, Kenapa Jadi Legal?</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/09/bajakan-kenapa-jadi-legal/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/09/bajakan-kenapa-jadi-legal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[rumpi]]></category>
		<category><![CDATA[bajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Pendet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/09/bajakan-kenapa-jadi-legal/</guid>
		<description><![CDATA[ Ada pembahasan seru di Facebook. Kejadian ini awalnya dari &#8216;pencurian&#8217; tari Pendet itu. Ada yang bilang ngapain sih pusing mikirin orang… kita sendiri aja banyak nyuri hak cipta orang. Entah ngebajak desain orang, masang logo tanpa ijin misalnya. Trus CD bajakan, DVD bajakan dan software bajakan tentunya. He&#8217;s got the point. Itu jadi kaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/09/pirate_flag.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="pirate_flag" border="0" alt="pirate_flag" align="left" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/09/pirate_flag_thumb.jpg" width="244" height="164" /></a> Ada pembahasan seru di Facebook. Kejadian ini awalnya dari &#8216;pencurian&#8217; tari Pendet itu. Ada yang bilang ngapain sih pusing mikirin orang… kita sendiri aja banyak nyuri hak cipta orang. Entah ngebajak desain orang, masang logo tanpa ijin misalnya. Trus CD bajakan, DVD bajakan dan software bajakan tentunya. He&#8217;s got the point. Itu jadi kaya maling teriak maling. </p>
<p> <span id="more-261"></span>
<p>Lucunya ada yang nyolot bilang dia suka musik, butuh hiburan tapi harganya mahal. Terpaksa beli bajakan. Menurut saya itu alasan yang sedikit maksa :D Pembenaran. Ya orang Malaysia juga bisa ngomong gitu dong. Daripada di sana gak keurus, mending buat saya aja. </p>
<p>Sebetulnya memang gak fair kalau kita membajak. Ada hak orang di sana. Biar mungkin yang di bajak (jauh) lebih kaya, itu tidak berarti membajak itu benar. Soal lagu kan ada radio, gratis meski banyak iklan. </p>
<p>Soal software juga gitu. Dulu orang gak pernah ribut waktu kudu beli mesin ketik. Padahal produktifitasnya kalah jauh dibandingkan Linux dan Open Office yang gratisan sekalipun. Begitu juga software lain. Misalkan meja gambar yang harganya jutaan. Dibandingkan software CAD abal-abal yang setara harganya dengan meja gambar saja jauh lebih produktif. Jadi rasanya wajar kalau ada software harganya 10x lipat meja gambar, produktifitasnya juga 10x lipat. Apalagi sepanjang pengetahuan saya produktifitas dengan digital jauh di atas manual. Software itu investasi. Hanya kita gak terlalu terbiasa karena bentuknya bukan fisik. </p>
<p>Intinya, menurut saya gak ada yang maksa kok. Siapa yang maksa kita kudu pake Word? Toh mesin tik ada. Klo nekat nulis juga bisa. Kalau mau gratis tapi rada canggih ada software gratisan. Kalau mau lebih ya wajar klo kudu bayar. Simpel aja kan? </p>
<p>Coba kita liat bisnis warnet. Bayangkan warnet itu pake Linux. Toh warnet emang tujuannya buat browsing. Linux cukup lah. Setidaknya bisa dapat uang dengan jujur dan halal. Tapi kemudian apa kejadian? Warnet itu akan kalah bersaing dengan warnet yang pakai Windows bajakan. Pasalnya di warnet dengan Windows bajakan bisa menginstall game online (bajakan juga tentu). Lebih banyak warnet jadi game center ketimbang warnet beneran. Alhasil yang jujur akan kalah… ironis.</p>
<p>Menurut saya pribadi, ada ketidakadilan di sana. Yang ingin mematuhi hukum dan memiliki usaha dengan tenang, kemakan yang nekad (dan mungkin punya backup). Jadi kaya hukum rimba. </p>
<p>OK jujur saya juga gak mampu beli software semahal itu. Untungnya di kantor saya sudah pakai legal semua. Sebatas software yang digunakan untuk kerja tentu saja. Nah untuk software-software lain saya berusaha mengakalinya dengan mencari freeware. Karena itu di Tentang IT saya sering membahas freeware. Ya itu freeware yang saya dapat. Yah dikit-dikit mulai membiasakan diri ke sana. Jadi kalau sampe bangkotan kayanya gak mampu beli, saya udah punya alternatif. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/09/bajakan-kenapa-jadi-legal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asuransi dan Property itu Enggak Menguntungkan!</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/03/asuransi-dan-property-itu-enggak-menguntungkan/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/03/asuransi-dan-property-itu-enggak-menguntungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 00:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/03/asuransi-dan-property-itu-enggak-menguntungkan/</guid>
		<description><![CDATA[Jaman seperti ini memang suka bikin pusing. Obrolan kami pun tak jarang nyerempet soal investasi dan tabungan. Kali ini seorang rekan yang nanya soal asuransi pendidikan ke saya. Bukan karena saya financial planner atau bahkan wealth planner, tapi saya memang sudah ikutan buat anak saya.
Waktu pembicaraan nyerempet ke kata-kata &#8216;benefit&#8217;, seorang rekan lainnya menyela
&#8220;Kata siapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="202" alt="piggy-bank-wearing-glasses" hspace="10" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/03/piggy-bank-wearing-glasses.jpg" width="197" align="left" vspace="10" />Jaman seperti ini memang suka bikin pusing. Obrolan kami pun tak jarang nyerempet soal investasi dan tabungan. Kali ini seorang rekan yang nanya soal asuransi pendidikan ke saya. Bukan karena saya financial planner atau bahkan wealth planner, tapi saya memang sudah ikutan buat anak saya.</p>
<p>Waktu pembicaraan nyerempet ke kata-kata &#8216;benefit&#8217;, seorang rekan lainnya menyela</p>
<p>&#8220;Kata siapa asuransi itu menguntungkan? Liat aja krisis moneter sekarang. Jaman sudah membuktikan kalau investasi paling bagus itu emas!&#8221; Nah lo&#8230;</p>
<p><span id="more-135"></span>
<p>Saya sih enggak musingin untung-ruginya waktu bikin polis asuransi itu. Tapi satu yang saya tau, asuransi emang gak buat cari untung. Keuntungan yang ditawarkan asuransi jelas, dari arti kata <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi" target="_blank">asuransi</a>. Untuk meminimalisir kerugian. Hanya bedanya, saya bisa dianggap nabung, dan pada saatnya uangnya bisa saya ambil. Kerugian yang diminimalisir? Untuk kasus asuransi pendidikan&#8230; ya jaminan anak saya bisa tetep dapat biaya pendidikan. Meski gak gede, karena polisnya juga gak seberapa.</p>
<p>Nabung di bank juga sebetulnya gak menguntungkan. Bukan cuma uang tabungan yang terus kepotong biaya administrasi. Dan nilai uang selalu tergerus inflasi. Dulu waktu saya kuliah, SPP &#8216;cuma&#8217; 180rb persemester. Sekarang? Jutaan. Entah berapa nilainya uang 10 juta 5, atau 10 tahun lagi&#8230;</p>
<p>Kalo mau untung, mungkin paling seru ya bikin usaha sendiri. Investasi ke barang, saham, emas, atau lainnya mungkin jadi pilihan juga. Itu pilihan masing-masing. Kalo saya sih serem juga kalau nyimpen emas. Kalaupun mampu beli, mau nyimpen di rumah bakal bikin deg-degan. Meski membeli barang masih bisa diperdebatkan juga.</p>
<p>Sebelum kasus &#8216;asuransi pendidikan&#8217;-gate ini, saya juga diperdebatkan saat memutuskan membeli rumah. Rekan lain, mengatakan bahwa ia lebih memilih ngontrak ketimbang beli. Katanya dengan ngontrak, ia bisa dapat rumah lebih dekat ke kantor. Sementara beli rumah bakal dapat didaerah coret. Entah Jakarta coret, Bekasi coret, atau Tangerang coret. Buang waktu dan biaya transport katanya. Lha tapi kan punya sendiri, dan bisa jadi investasi? Gitu pikir saya waktu itu.</p>
<p>Dia kembali berargumen. Investasi itu kan kata-kata manis developer aja. Misalkan kita beli rumah 200juta. 3 taun lagi kita beneran ingin menjual ntu rumah. Si developer menjual unit yang sama udah seharga 250juta. Dia nanya ke saya, apa mungkin kamu ngejual rumah itu 250 juta? Enggak kan? Kalau butuh cepat, maksimal 3 bulan&#8230; kamu mungkin malah mesti jual di bawah 200 juta. He&#8217;s got a point.</p>
<p>Menurut pemikiran saya yang awam ini, properti memang bukan investasi jangka pendek. Itu pun kalau ingin disebut sebagai investasi. Yang pasti saya memilih benda satu ini karena nilainya tidak akan turun tergerus investasi. Meski harganya gak naik, tapi setidaknya ada kenaikan semu yang menyesuaikan dengan inflasi. Sukur-sukur kalau di daerah itu makin berkembang, dan memang nilai tanah di sana meningkat. Tapi bagi saya jauh lebih baik ketimbang nyimpan uang yang nilainya makin tidak berarti.</p>
<p>Bagaimana pilihan investasi anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/03/asuransi-dan-property-itu-enggak-menguntungkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
