<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>edo-online.com &#187; ngeblog</title>
	<atom:link href="http://edo-online.com/category/ngeblog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edo-online.com</link>
	<description>Corat-coret Seseorang yang Menganggap Dirinya Blogger...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 04:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kapan Karya Anak Bangsa Dihargai?</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/10/kapan-karya-anak-bangsa-dihargai/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/10/kapan-karya-anak-bangsa-dihargai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 03:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/10/kapan-karya-anak-bangsa-dihargai/</guid>
		<description><![CDATA[ Sekarang kalau dihitung-hitung secara total, saya punya 5 blog! Tapi bukan karena itu blog saya yang ini terkesan terabaikan. Blog-blog lain yang berbahasa Indonesia juga bernasib sama. Alasannya, sekarang saya punya blog dalam bahasa Inggris. Blog ini relatif baru. Baru 5 bulan. Tapi saya senang bahwa blog itu cukup dapat diterima dan mungkin bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/10/texture_collage_4.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="texture_collage_4" border="0" alt="texture_collage_4" align="left" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/10/texture_collage_4_thumb.jpg" width="154" height="224" /></a> Sekarang kalau dihitung-hitung secara total, saya punya 5 blog! Tapi bukan karena itu blog saya yang ini terkesan terabaikan. Blog-blog lain yang berbahasa Indonesia juga bernasib sama. Alasannya, sekarang saya punya blog dalam bahasa Inggris. <a href="http://www.cad-notes.com/">Blog ini relatif baru</a>. Baru 5 bulan. Tapi saya senang bahwa blog itu cukup dapat diterima dan mungkin bisa dibilang sudah cukup punya pengaruh besar di nichenya.</p>
<p>Nasib berbeda dialami blog yang serupa tapi tak sama. Niche dan contentnya hampir sama, <a href="http://tentangcad.com">tapi dalam bahasa Indonesia</a>. Kebanyakan yang berkomunikasi dengan saya minta dikirim tutorial via email atau minta crack. Tidak ada blog lain yang mereview (mungkin blogger Indonesia pelit?) atau ngelink ke blog itu sebagai reference. Yang ada copy-paste. </p>
<p> <span id="more-270"></span>
<p>Meski di <a href="http://www.cad-notes.com">www.cad-notes.com</a> komentarnya juga gak banyak-banyak amat, tapi diskusi di Twitter cukup meriah. Dan yang paling membuat saya senang, beberapa situs besar sudah melink ke sana. Ada yang mereview seperti di <a href="http://www.dailyautocad.com/2009/10/new-e-book-from-cad-notes-developing.html">Daily AutoCAD</a>. Dan sebagainya.</p>
<p>Hal-hal itu yang membuat saya agak enggan mengurusi blog Indonesia saya. Tidak heran, hal-hal seperti ini yang membuat banyak putra bangsa enggan bekerja untuk memajukan bangsanya. Mereka tidak merasa dihargai. Seorang teman saya yang masih cukup punya idealisme, punya solusi unik: <a href="http://elmanohara.blogspot.com/">blog dwilingual</a>. Dengan demikian blognya tetap hidup, dan punya percakapan hangat dengan pengunjung bule. Oh ya, kebanyakan yang komentar justru bukan orang kita kok. </p>
<p>Rasanya miris. Dulu waktu saya sekolah tingkat SD, banyak materi pelajaran yang membanggakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah. Penuh sopan-santun. Tenggang rasa. Dan entah sifat baik apalagi. Dulu saya percaya dan bangga menerima materi itu. Sekarang? Entah sekarang sifat bangsa kita yang berubah, atau mungkin yang nulis materi pelajaran itu yang salah.</p>
<p>Jangan heran kenapa putra-putra terbaik bangsa lebih memilih tinggal di luar negri. Mereka yang memimpin dengan hati lebih sering dicerca, dan saat mereka memberikan yang terbaik kita tutup mata. Kita masih jauh dari dewasa. Dan semakin tertinggal. Orang sibuk mengkritik tapi lupa mendengarkan kritik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/10/kapan-karya-anak-bangsa-dihargai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gak Ngelink ke Blog Lain, Menghindari Hutang Budi :)</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/04/gak-ngelink-ke-blog-lain-menghindari-hutang-budi/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/04/gak-ngelink-ke-blog-lain-menghindari-hutang-budi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 09:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/04/gak-ngelink-ke-blog-lain-menghindari-hutang-budi/</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukan orang yang sering masang blogroll. Bukan karena gak suka, bukan karena gak butuh. Apalagi sebagai &#8216;blogger gak ngetop&#8217;, bertukar link di blogroll sering dianjurkan diberbagai tips ngeblog. Buat membangun network katanya.
Sebetulnya keinginan masang link blog teman-teman itu ada. Tapi saya takut jadi tuntutan untuk selamanya.

Sekali lagi bukan saya gak mau. Bukan takut bersaing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="212" alt="1138628 duo" hspace="5" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/04/1138628-duo.jpg" width="300" align="left" />Saya bukan orang yang sering masang blogroll. Bukan karena gak suka, bukan karena gak butuh. Apalagi sebagai &#8216;blogger gak ngetop&#8217;, bertukar link di blogroll sering dianjurkan diberbagai tips ngeblog. Buat membangun network katanya.</p>
<p>Sebetulnya keinginan masang link blog teman-teman itu ada. Tapi saya takut jadi tuntutan untuk selamanya.</p>
<p><span id="more-169"></span>
<p>Sekali lagi bukan saya gak mau. Bukan takut bersaing dengan blog lain, takut pembaca blog saya beralih ke lain hati. Rasanya kok sombong banget klo mikir kaya gitu :D</p>
<p>Kalau saya masang blogroll untuk beberapa teman saja, ntar teman-teman yang lain bisa tersinggung kalau saya lupa masang linknya di blog saya. Saya juga segan untuk minta teman-teman blogger untuk masang link blog saya di blognya. Takut jadi beban moril: utang budi. Akhirnya saya ngambil jalan pintas. Mending gak usah pasang aja :D</p>
<p>Saya bukan maniak SEO. Jadi masang link gak terlalu saya pikirkan. Contohnya <a href="http://edo-online.com/2009/04/mau-ngereview-dapet-hadiah/" target="_blank">di kontes yang saya buat</a>, saya toh gak mewajibkan untuk pasang banner atau masang link ke blog saya.</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://www.sxc.hu/">http://www.sxc.hu/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/04/gak-ngelink-ke-blog-lain-menghindari-hutang-budi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Domain Sendiri, Sekedar Commitment Fee</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/03/menggunakan-domain-sendiri-sekedar-commitment-fee/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/03/menggunakan-domain-sendiri-sekedar-commitment-fee/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 01:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/03/domain2.jpg" border="0" alt="domain" hspace="10" width="200" height="131" align="left" />Ngeblog di domain sendiri 
punya banyak alasan. 
Ada yang biar keliatan keren, ada yang 
menganggapnya sebagai investasi, ada yang 
ingin membuatnya jadi lebih professional, dan 
sebagainya. 
Blog niche pastinya jauh lebih baik kalau 
menggunakan domain sendiri. Tapi blog suka-suka 
yang isinya curahan hati belaka mungkin gak perlu 
seperti itu.
Tapi saya tetap menggunakannya. Bagi saya, 
menggunakan domain pribadi berarti ada rasa 
memiliki yang lebih, dan kita mengeluarkan 
'commitment fee' meski tidak banyak.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/03/domain2.jpg" border="0" alt="domain" hspace="10" width="200" height="131" align="left" />Ngeblog sebetulnya sudah jadi kebiasaan lama saya. Bahkan sebelum nama ’blog’ ada, saya sudah menulis di Geocities. Lalu Multiply. Belakangan Multiply saya tinggalkan. Entahlah, padahal MP terbilang komplit fiturnya. Mulai dari photo, blog, sampai video. Saya import tulisan-tulisan itu di Blogger, lalu akhirnya saya mengenal hosting sendiri dan WordPress. Karena kebutuhan saya yang berbeda-beda, saya sampai membuat 3 blog dengan domain sendiri. Termasuk blog ini.</p>
<p>Awalnya saya ragu juga membuat blog seperti ini dengan domain sendiri. Ada blogger senior (bukan berarti lebih tua) yang bilang kalau ngeblog bukan niche sih enakan di layanan gratisan. Tapi saya tetap kekeuh bikin blog ini.</p>
<p><span id="more-151"></span></p>
<p>Ngeblog di domain sendiri itu sepi. Apalagi kalau blog pribadi. Berbeda dengan di <a href="http://dagdigdug.com/" target="_blank">Dagdigdug</a> (3D) yang sekaligus memiliki agregator di halaman depannya. Saya pernah ngeblog di sana, dan blognya masih ada. Ada saja yang memberi komentar di sana. Artinya ada aja yang baca. Blog ini? Saya gak tau, mungkin cuma satu-dua, dan itu emang teman saya yang baca. Tapi saya tetap gak peduli. Berbeda dengan blog saya yang niche.</p>
<p>Betul kalau saya bisa mendaftarkan blog ini ke agregator lain seperti <a href="http://blog-indonesia.com/" target="_blank">blog Indonesia</a>. Tapi entah kenapa, tetap saja agregator di 3D lebih sakti. Mungkin karena serasa keluarga besar blogger Indonesia. Mungkin karena pengurusnya memang aktif dan rajin mengomentari dan menyapa bloggernya. Para bloggerpun jadi semangat.</p>
<p>Lalu kenapa saya tetap memelihara blog ini? Yang pertama sih saya memang ngeblog bukan untuk nyari komentar atau nyari pembaca. Sekedar luapan hati yang dicoretkan di sini. Mungkin akan seru beberapa tahun lagi kalau saya membacanya. Atau saya lupa akan sesuatu, saya bisa baca lagi di sini. Ya, ada beberapa posting yang hanya untuk private, saya sendiri yang bisa baca. Blog hosting gak mahal. Dibandingkan jalan-jalan ke mall sehari, biayanya sama dengan blog hosting + domain setahun. Tapi ada uang yang dikeluarkan. Anggap saja itu biaya untuk komitmen saya.</p>
<p>Kalau kita ikut membership fitness, ada rasa sayang kalau gak dipake. Ikut membership apapun, sama. Kalau kita datang ke acara yang gratis, di saat terakhir tiba-tiba malas menyergap, kita bisa memilih kemulan dan tidur. Tapi kalau kita bayar, ada rasa sayang kalau gak datang. Mudah-mudahan ini juga sama. Dan saya tetap merasa ’wajib’ ngeblog.</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://www.free-stockphotos.com">http://www.free-stockphotos.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/03/menggunakan-domain-sendiri-sekedar-commitment-fee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
