Komentar miring yang sering saya temui dari sayap kiri yang mendukung gerakan ogah ngeblog adalah
“Ngapain sih ngeblog? Biar bisa menyalurkan semangat narcisnya ya?” Sedikit mencibir, kadang monyong pas memberikan komentar.
Saya sih biasanya tertawa saja. Blogging emang gak buat semua orang, balas saya, berusaha tidak tergoda untuk ikut monyong.
Jujur saja, banyak yang berpendapat blogging emang kegiatan yang buang-buang waktu. Dan memang banyak blog yang hanya sekedar iseng (seperti blog ini mungkin?), sekedar ingin eksis di dunia maya, pengen namanya tercantum di Google waktu dicari, dsb. Selain iseng yang masih saya alami sampai sekarang, yang lainnya semua pernah saya alami. Sekarang rasanya sudah malas mikirin gituan karena udah kondang tau hal-hal itu gak mudah dicapai.
Ngeblog itu gampang. Itu kata blogger profesional yang udah malang-melintang di blogosphere alias jagad per-blog-an. Tapi kenyataannya ngeblog itu gak gampang-gampang amat. Gak semua orang bisa nulis. Kalaupun katanya bisa dilatih, gak semua orang mau memulainya. Kalaupun bisa memulainya, dan makin mahir menulis… menjaga mood itu juga sulit. Katanya lagi, mood menulis itu bisa dibiasakan. Kalau sudah terbiasa dengan jadwal nulis, nantinya akan terbiasa. Tapi yang paling ujung mungkin… kalau ide itu habis. Kita bisa menulis dengan bagus, menarik. Kita sudah menyiapkan waktu untuk menulis. Tapi apa yang mau ditulis?

