<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>edo-online.com &#187; Pemilu</title>
	<atom:link href="http://edo-online.com/category/pemilu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edo-online.com</link>
	<description>Corat-coret Seseorang yang Menganggap Dirinya Blogger...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 04:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pemilu Libur&#8230; Nyuruh Orang Jadi Golput?</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/04/pemilu-libur-nyuruh-orang-jadi-golput/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/04/pemilu-libur-nyuruh-orang-jadi-golput/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 08:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/04/pemilu-libur-nyuruh-orang-jadi-golput/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir minggu ini mungkin banyak disambut gembira orang kantoran. Boleh lihat di status Facebook atau Y!M teman-teman kita. Betapa tidak, pada hari H Pemilu pemerintah memutuskan untuk dijadikan hari libur nasional. Dan sehari sesudahnya, tanggal 10 April memang kalender jauh-jauh hari sudah dicetak dengan warna merah. Hampir dapat dipastikan, seperti biasanya kalau libur panjang pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="200" alt="782736 vote 2" hspace="5" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/04/782736-vote-2.jpg" width="300" align="left" />Akhir minggu ini mungkin banyak disambut gembira orang kantoran. Boleh lihat di status Facebook atau Y!M teman-teman kita. Betapa tidak, pada hari H Pemilu pemerintah memutuskan untuk dijadikan hari libur nasional. Dan sehari sesudahnya, tanggal 10 April memang kalender jauh-jauh hari sudah dicetak dengan warna merah. Hampir dapat dipastikan, seperti biasanya kalau libur panjang pasti kawasan puncak dan kota Bandung akan ramai. Tiket pesawat dan kereta api ludes. Harganya pun melonjak tajam, seperti tukang ojeg kalau lagi becek&#8230; jual mahal dan menaikkan tarif.</p>
<p>Saya kok gak yakin pada hari H TPS akan ramai, terutama di Jakarta. Yang ada&#8230; pada <del>nyoblos</del> nyontreng yang laen. Aneh juga menurut saya, ditengah gencarnya himbauan untuk tidak golput&#8230; Pemilu justru diadakan disaat orang akan banyak keluar kota. Dulu jaman mantan presiden Soeharto Pemilu gak diliburkan. Mungkin sekarang muncul kekhawatiran akan kerusuhan kalau yang kalah gak terima. Parpol Indonesia&#8230; gitu loh&#8230; Tapi kalau emang niat supaya Pemilu bisa sukses, kok ya gak dibikin Pemilunya hari Rabu. Kalau Selasa atau Kamis, hari kejepitnya bisa pada cuti.</p>
<p>Kalau anda, milih keluar kota atau nyontreng? Atau malah &#8216;nyoblos&#8217;?</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://www.sxc.hu/">http://www.sxc.hu/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/04/pemilu-libur-nyuruh-orang-jadi-golput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obama, Pemilu, dan Blogger</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/03/obama-pemilu-dan-blogger/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/03/obama-pemilu-dan-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 04:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Sukses Obama melalui web 2.0 ternyata turut menginspirasi para politikus negeri ini. Mereka sudah mencoba mengundang para blogger untuk ikut dalam kampanye mereka. Meski masih tampak agak &#8217;gaptek&#8217; dan belum mengenal betul apa yang bisa dilakukan oleh blog, tapi toh setidaknya blogger sudah tidak dianggap remeh oleh politikus kita. Entah sekedar ikutan pengen kecipratan maraknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/03/web20.jpg" height="149" alt="web20" hspace="10" width="200" align="left" vspace="10" border="0" />Sukses Obama melalui web 2.0 ternyata turut menginspirasi para politikus negeri ini. Mereka sudah mencoba mengundang para blogger untuk ikut dalam kampanye mereka. Meski masih tampak agak &rsquo;gaptek&rsquo; dan belum mengenal betul apa yang bisa dilakukan oleh blog, tapi toh setidaknya blogger sudah tidak dianggap remeh oleh politikus kita. Entah sekedar ikutan pengen kecipratan maraknya dunia web 2.0. atau memang ingin serius menggandeng para blogger. Mungkin kelak, blogger bakal dianggap setara dengan artis dangdut yang jadi andalan untuk menggaet massa selama ini.</p>
<p>Yang pasti, untuk Pemilu sekarang belum. Tapi siapa tau, Pemilu 2014 para blogger bisa kecipratan berkah seperti artis di masa kampanye ;)</p>
<p><span id="more-156"></span></p>
<p>Apa sih blog itu? Website biasa. Gak ada yang istimewa dari blog dibandingkan website biasa. Tapi blogger dan pengikut di belakangnya yang membuat blog jadi istimewa. Mereka mengembangkannya secara kontinu dan membentuk komunitas. Kalau para caleg memposting satu tulisan dan berharap para pendukungnya segera berkomentar dan jadi pengikut, rasanya terlalu naif. Ada lagi caleg yang secara membabi-buta meng-add empunya account facebook. Setelah itu apa? Sepertinya ia belum tau. </p>
<p>Saya percaya Obama juga demikian. Melalui blog dan jejaring sosial, ia membentuk komunitas pendukungnya. Ia punya tim khusus untuk itu. Dan ia melakukannya dalam kurun waktu cukup lama, tidak 1-2 minggu menjelang pemilihan. Kalau dalam waktu sependek itu, ya mendingan pasang iklan di media utama. </p>
<p>Politikus yang baru sekarang mulai nge-blog dan nge-facebook mungkin bisa diberi bandrol &rsquo;ikut-ikutan&rsquo; atau &rsquo;gaptek&rsquo;. Dan mungkin juga bisa dibilang penganut budaya instan. Cap ini bisa hilang kalau setelah Pemilu berakhir mereka masih mau menekuni blognya. Dan mungkin akan lebih baik kalau jauh sebelum kampanye Pemilu 2014 nanti, mereka serius di dunia web 2.0. Mungkin mempekerjakan blogger agar bisa lebih fokus atau mengadakan events yang dapat diikuti blogger. Misalnya mengundang para blogger untuk mereview kegiatan partai, memberikan kritik dan saran dalam blognya. Dan supaya lebih rame, disediakan hadiah buat masukan terbaik. Atau sekedar masang iklan di jaringan/komunitas blogger. </p>
<p>*Sekedar berharap kecipratan rejeki kan boleh :)</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://www.sxc.hu">http://www.sxc.hu</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/03/obama-pemilu-dan-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih sang Pemimpin</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/01/memilih-sang-pemimpin/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/01/memilih-sang-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 13:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/01/memilih-sang-pemimpin/</guid>
		<description><![CDATA[ Di sebuah perusahaan, jika seseorang ingin dipercaya menduduki suatu jabatan, ia akan bekerja dengan sungguh-sungguh. Jika ia bekerja dengan baik, mungkin ia akan dijadikan supervisor. Atau mungkin bahkan jadi manajer atau lebih tinggi. Kalau ia sudah menunjukkan bahwa ia memang lebih baik dari yang lain, ia akan dijadikan orang yang memimpin rekan-rekannya. Jika ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/01/leader.jpg"><img src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/01/zrtn-001p1b0903be-tn.jpg" style="DISPLAY: inline; FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 250px; HEIGHT: 175px" height="175" width="250"/></a> Di sebuah perusahaan, jika seseorang ingin dipercaya menduduki suatu jabatan, ia akan bekerja dengan sungguh-sungguh. Jika ia bekerja dengan baik, mungkin ia akan dijadikan supervisor. Atau mungkin bahkan jadi manajer atau lebih tinggi. Kalau ia sudah menunjukkan bahwa ia memang lebih baik dari yang lain, ia akan dijadikan orang yang memimpin rekan-rekannya. Jika ia menunjukkan bahwa ia pemimpin yang baik di kelompoknya, ia akan diminta menjadi pemimpin kelompok yang lebih besar. Paling tidak itulah gambaran saya mengenai cara memilih pemimpin yang ideal.</p>
<p>Sebentar lagi kita akan memasuki event akbar di dunia demokrasi. PEMILU. Pemilihan Umum. Bukan pilu yang diberi sisipan em. Kalau ini artinya jadi orang yang bikin orang lain pilu. Kehebohan pesta demokrasi ini sepertinya hanya ditingkat partai yang terlibat. Pesta partai, bukan pesta rakyat. Spanduk bertebaran di mana-mana. Senyum para caleg mudah ditemui. Sebagian tampak dibuat-buat, tapi mungkin sebagian lagi memang murah senyum. Tiba-tiba saja banyak orang yang merasa dirinya layak jadi pemimpin. Merasa dirinya lebih baik.</p>
<p> <span id="more-80"></span>
<p>Banyak nama yang disebut-sebut sebagai putra daerah terbaik. Tiba-tiba saja muncul di pinggiran. Mungkin karena tidak yakin bisa bersaing di kota besar. Tapi yang pasti nama itu tidak pernah muncul dan dikenal membawa perbaikan signifikan untuk daerahnya. Sekarang ia turut meramaikan pemilihan caleg. Senyum penuh rasa percaya diri tampak di posternya. Sekedar ikut meramaikan pesta.</p>
<p>Hiruk pikuk pemilihan pemimpin satu ini memang beda. Sukses terpilihnya mereka diukur dari dana yang dihamburkan. Berapa popularitas mereka berdasarkan survey. Dana yang dikeluarkan untuk iklan. Berapa massa yang dapat dikumpulkan. Bukan dari hasil kerja mereka selama ini. Tapi dari janji yang belum tentu bakal diingat, apalagi dipenuhi.</p>
<p>Talk is cheap. Berjanji itu gampang. Mudah saja berkata, kalau saya terpilih, saya bakal membuat rumah susun gratis untuk rakyat. Saya akan buat Jakarta bebas banjir, bebas macet. Sekolah gratis. Harga BBM saya turunkan. Berobat gratis. Gelandangan disantuni. Dan berbagai janji lainnya. Tapi itu bukan gaya saya. Janji itu hutang. Saya gak mau berhutang kalau saya tidak yakin bisa melunasinya.</p>
<p>Saya gak ingat ada gubernur yang punya prestasi hebat. Sehingga bisa dipercaya untuk memimpin kelompok yang lebih besar. Menjadi presiden. Atau pemimpin lain yang cukup berprestasi. Yang ada hanya janji. Kalaupun ada geliat dari partai atau sang calon untuk menunjukkan ia berguna, hanya menjelang pemilihan. 5 tahun sekali saja. Gak perlu terkagum-kagum kalau ada partai atau calon yang sibuk berusaha mengambil hati rakyat sekarang ini. Justru partai yang hebat adalah partai yang sibuk mendekatkan diri setelah masa pemilihan berakhir. Pemimpin yang baik adalah yang tidak banyak janji, tapi menunjukkannya dengan hasil. Hasil yang dapat mengantarkannya memimpin kelompok yang lebih besar.</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://www.free-stockphotos.com/">http://www.free-stockphotos.com/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/01/memilih-sang-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
