<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>edo-online.com &#187; Pengalaman</title>
	<atom:link href="http://edo-online.com/category/pengalaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edo-online.com</link>
	<description>Corat-coret Seseorang yang Menganggap Dirinya Blogger...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 04:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tertawalah, Jauh Lebih Baik daripada Merengut</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/09/tertawalah-jauh-lebih-baik-daripada-merengut/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/09/tertawalah-jauh-lebih-baik-daripada-merengut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 07:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/09/tertawalah-jauh-lebih-baik-daripada-merengut/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Waktu itu kami hendak ketemu dengan teman lama. Jauh-jauh datang dari Batam, tentunya sayang kalau kami gak ketemu dia. Kami parkir di lapangan kosong disebrang PIM. Sekarang sudah jadi PIM 2. Whew, times goes so fast. Pintu masuk kendaraannya sempit, jadi waktu kami menunggu tiket parkir, yang mau keluar mesti menunggu. Orang itu tampak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/09/laughing.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="laughing" border="0" alt="laughing" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/09/laughing_thumb.jpg" width="456" height="194" /></a> </p>
<p>Waktu itu kami hendak ketemu dengan teman lama. Jauh-jauh datang dari Batam, tentunya sayang kalau kami gak ketemu dia. Kami parkir di lapangan kosong disebrang PIM. Sekarang sudah jadi PIM 2. Whew, times goes so fast. Pintu masuk kendaraannya sempit, jadi waktu kami menunggu tiket parkir, yang mau keluar mesti menunggu. Orang itu tampak tidak sabar. Tampak menggerutu dan berkali-kali membunyikan klaksonnya. Bule, Ramon, dan Erwin menanggapinya santai. </p>
<blockquote><p>&quot;Buset dah, gak sabaran amat. Kaya orang susah aja&quot;      <br />&quot;Pasti istrinya ngomel gak dibeliin baju tuh&quot; Celetuk yang lain. </p>
</blockquote>
<p>Santai saja. Kami tertawa saja dan berlalu. Seandainya mereka waktu itu ikutan ngomel, ngedumel atau memaki, mungkin saya juga sudah ikut memaki orang itu. </p>
<p>Sikap kita mempengaruhi orang di sekitar kita. Kadang orang yang biasa-biasa saja awalnya, dengar orang ngedumel melulu juga akan terbawa gak enak suasananya. </p>
<p>Sebaliknya, orang yang tadinya kesal bisa berbalik jadi santai melihat lingkungan sekitarnya menanggapi dengan santai. </p>
<p>Kalau sedang kesal jangan langsung dilepaskan. Tahan beberapa saat, atur nafas, dan lihat apakah mood anda akan berubah. Dengan menahan emosi anda beberapa menit, anda bisa membuat lingkungan anda lebih menyenangkan. </p>
<p>Mohon maaf lahir dan bathin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/09/tertawalah-jauh-lebih-baik-daripada-merengut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Kecil Itu&#8230;</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/09/anak-kecil-itu/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/09/anak-kecil-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 05:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/09/anak-kecil-itu/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Si Ibu buru-buru naik ke bus dengan sedikit menyeret anaknya. Si anak menurut saja. Tidak bisa disalahkan. Bus kota di Jakarta memang tidak manusiawi. Wajar kalau si Ibu takut anaknya malah jatuh kalau gak buru-buru naik. 
Meski masih pagi dan bus masih relatif sepi, tapi kursi sudah terisi penuh. Sia-sia saja si Ibu melirik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/09/kidonbus.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" border="0" alt="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/09/kidonbus_thumb.jpg" width="454" height="295" /></a> </p>
<p>Si Ibu buru-buru naik ke bus dengan sedikit menyeret anaknya. Si anak menurut saja. Tidak bisa disalahkan. Bus kota di Jakarta memang tidak manusiawi. Wajar kalau si Ibu takut anaknya malah jatuh kalau gak buru-buru naik. </p>
<p>Meski masih pagi dan bus masih relatif sepi, tapi kursi sudah terisi penuh. Sia-sia saja si Ibu melirik kebelakang dan ke depan. Semua sudah penuh. Si Ibu pasrah dan menarik anaknya merapat ke bangku. Pria bertubuh besar yang duduk di bangku itu melirik sekilas, tampak iba, tapi akhirnya memutuskan pura-pura tidak tahu. Tidak bisa disalahkan juga. Naik bus 46 memang perjuangan tersendiri. Apalagi di bulan puasa ini. Supir dan kondektur tidak akan berhenti memasukkan penumpang selagi bisa.</p>
<p> <span id="more-264"></span>
<p>Karena yang duduk di sekitar si Ibu tampak tidak ada yang beranjak, saya putuskan memanggil si Ibu dan menawarkan duduk di tempat saya. Toh hari ini sepertinya gak seramai biasanya. Sambil menggumamkan terima kasih yang tidak terlalu jelas terdengar, si Ibu segera duduk dan memangku anaknya.</p>
<p>Jujur saja, saya tidak terlalu peduli dengan si Ibu. Tapi saya kasihan melihat anaknya. Umurnya paling masih di bawah 5 tahun. Kalau si Ibu sendirian, saya belum tentu akan memberikan kursi saya. Saya juga gak terlalu peduli apa saya dapat pahala atau tidak. Biarpun itu di bulan puasa, saya sama sekali gak peduli.</p>
<p>Satu yang saya harapkan, mudah-mudahan kelak anak saya tidak akan mengalami busuknya transportasi umum di Jakarta ini. Dan jika ternyata belasan tahun lagi masih sebusuk ini (atau lebih), semoga penumpang lain bersedia membantunya.</p>
<p>*Semoga Pemda DKI dibukakan hatinya untuk lebih serius menggarap transportasi Jakarta. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/09/anak-kecil-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi Buruk Email Pertama</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/07/mimpi-buruk-email-pertama/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/07/mimpi-buruk-email-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 01:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun ke-11 detikcom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/07/mimpi-buruk-email-pertama/</guid>
		<description><![CDATA[ Mas Nuril menarik kabel telpon yang lumayan panjang itu ke komputernya. Nyolok ke modem. Sebentar kemudian dia mencoba mengkoneksikan ke ISP. Ada bunyi nada telpon disusul krik-krik kaya jangkrik selama beberapa detik (atau menit?). 
“Nahhh… cek email dulu ya… baru browsing…”
Kalau mau dibilang pertama kali saya liat orang menggunakan internet itu ya waktu itu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="old computer" border="0" alt="old computer" align="left" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/07/oldcomputer.jpg" width="191" height="224" /> Mas Nuril menarik kabel telpon yang lumayan panjang itu ke komputernya. Nyolok ke modem. Sebentar kemudian dia mencoba mengkoneksikan ke ISP. Ada bunyi nada telpon disusul krik-krik kaya jangkrik selama beberapa detik (atau menit?). </p>
<p>“Nahhh… cek email dulu ya… baru browsing…”</p>
<p>Kalau mau dibilang pertama kali <a href="http://edo-online" target="_blank">saya</a> liat orang menggunakan internet itu ya waktu itu. Tahun 97-an. Di kosan saya di Bandung.</p>
<p> <span id="more-249"></span>
<p>Habis itu mas Nuril memamerkan browsing beberapa situs, searching foto-foto artis (sumpah bukan foto porno) yang habis dilihat di TV. Kalau gak salah waktu itu masih pakai Yahoo! search. Saya cuma ngeliat aja. Malas juga mencoba menggunakannya kalau tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Apalagi saya tahu tarif pemakaiannya mayan mahal. Setidaknya untuk waktu itu.</p>
<p>Kalau dibandingkan dengan sekarang ya jauh. Kegiatan online juga tidak banyak. Dulu mana ada Friendster apalagi Facebook. Blogging dan Twitter juga gak kebayang. Dulu kita ya cuma pengguna pasif. Tapi sekedar mencari literaturpun gak terlintas di pikiran. Sumber informasi di internet belum sedahsyat sekarang. Apalagi konten lokal. Chatting yang populer masih MiRC. Dan belum banyak teman yang memang aktif chatting. Paling-paling menegur orang secara acak dan mengetikkan singkatan yang melegenda itu “ASL pls?”.</p>
<p>Saya tidak terlalu tertarik menggunakan internet sampai beberapa teman lama mulai menggunakannya. Teman sekolah di Padang. Fasilitas terpopuler saat itu diantara teman-teman: email dan mailing list. Dulu gak seperti sekarang, berkomentar pada status Facebook teman yang duduknya di depan kita. Atau chat di ponsel saat meeting mulai membosankan. Dulu tujuannya untuk tetap bisa berkomunikasi dengan teman lama. Merasa gak mau kalah, saya mulai tertarik mencoba internetan sendiri.</p>
<p>Saya mencoba online di warnet. Kalau tidak salah, itu satu-satunya warnet yang ada di Semarang waktu itu. Di Plasa Simpang Lima. Tarifnya untuk waktu itu terbilang mayan mahal. 10rb sejam. Sekarang saja masih bisa dikatakan mahal ya :D Ini baru bisa dikatakan pengalaman saya pertama kali menggunakan internet.</p>
<p>Tujuan pertama saya waktu itu bikin email. Gengsi juga kalo gak punya email. Biar bakal jarang dicek, paling gak punya dulu lah. Saya buat di Yahoo! (Hmmm… Yahoo! dulu betul-betul berjaya!). Jangan tanya alamatnya. Alamatnya panjang dan susah diingat, dan jauh dari keren. Mungkin masih ada, tapi saya dah gak pernah lagi cek. Bikin account email dah beres.</p>
<p>Selanjutnya, tentu saya mau nyebar alamat email itu. Alamat email gue nih! However, saya tidak tahu cara mengirimkan email. Sumpah! Akhirnya karena malu bertanya, dan enggan mencari tahu, saya ingat dulu mas Nuril menggunakan Outlook Express. Saya buka saja aplikasi itu dan mencoba mengirimkan email ke seorang teman. Waktu itu baru dia yang saya tau alamatnya. (Oh, It sounds so stupid now) Isinya simpel. Cuma bilang saya punya alamat email di sini nih… Bodohnya, saya bahkan salah mengetikkan alamat emailnya. Kalau tidak salah, nama ISP-nya salah saya ketikkan. Tanpa mengecek lagi, Outlook saya tutup. Lalu melanjutkan browsing beberapa saat lagi, dan pulang.</p>
<p>Saya sama sekali tidak tahu bahwa untuk menggunakan Outlook Express saya harus menset accountnya dulu. Saya pikir saya buka ya langsung bisa mengirimkan email saya. (I know, that’s stupid. But it makes sense before :D) Beberapa minggu kemudian, saya kembali online dan mengecek email di Yahoo! Ternyata pemilik email menerima ‘fail delivery receipt’ dan marah karena saya menggunakan account emailnya (mohon maaf bagi pemilik account itu, saya sungguh tidak tahu :D). Buntutnya dia mengirimkan email ke Yahoo! dan melaporkan abuse tersebut. Email teguran dari Yahoo! lah yang saya lihat di inbox saya. Tapi ya salahnya juga, menset account email di Outlook Express… pada komputer publik!</p>
<p>Untungnya masalah itu tidak berlanjut. Tapi bagi saya betul-betul memalukan. Dan sekarang mungkin saja para pengguna internet lebih cerdas, dan saya bisa dituntut. Karena itu sekarang saya lebih berhati-hati menggunakan fasilitas internet. Dan untungnya banyak resource yang bisa membantu saya memperoleh informasi. Dengan sedikit usaha menggunakan Google search. Btw, sadarkah anda bahwa mayoritas info itu sekarang dari blog?</p>
<p>Bagi yang sering menggunakan komputer publik… berhati-hatilah dalam menggunakan account anda. Jangan save password di browser ya!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/07/mimpi-buruk-email-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
