Malam itu jam 10an. Saya dan istri sudah tidur. Anak saya juga baru tidur, cukup sulit menidurkannya karena lagi pilek. Mendadak ponsel saya bunyi. Setengah loncat saya mengambil dan menjawab telpon itu. Dan sungguh menyebalkan.
"Halo"
"Bud!" panggil perempuan itu kepedean (nama asli saya ganti)
"Mau cari siapa?" Saya menjawab.
"Lho ini siapa?" mulai kesal, saya setengah membentak membalas
"Anda mau bicara dengan siapa?!"
"Lho ini bukan Budi? Maap-maap…" telpon terputus.
Anak saya terbangun, istri saya bangun. Saya tau mungkin bukan salahnya bisa sampe salah sambung. Tapi sesudah ‘ngganggu banget’ seperti itu mbok ya jangan ngotot…
Belakangan ini, sedang heboh berita soal tewasnya ketua DPRD Sumut. Beliau tewas setelah diserbu para demonstran yang sibuk memaksakan kehendak mereka (as always).
Spamming seringkali dianggap hal yang mengganggu. Banyaknya waktu yang terbuang dalam mensortir email sampah ini sering dijadikan penyebab. Meski sebetulnya spam juga merugikan dari sisi space mail box dan bandwith. Spamming sudah dianggap sebagai kejahatan. Seperti yang dilakukan 
