<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>edo-online.com &#187; privasi</title>
	<atom:link href="http://edo-online.com/category/privasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edo-online.com</link>
	<description>Corat-coret Seseorang yang Menganggap Dirinya Blogger...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 04:03:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Salah Sambung&#8230;</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/11/salah-sambung/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/11/salah-sambung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[privasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/11/salah-sambung/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Malam itu jam 10an. Saya dan istri sudah tidur. Anak saya juga baru tidur, cukup sulit menidurkannya karena lagi pilek. Mendadak ponsel saya bunyi. Setengah loncat saya mengambil dan menjawab telpon itu. Dan sungguh menyebalkan.
&#34;Halo&#34;   &#34;Bud!&#34; panggil perempuan itu kepedean (nama asli saya ganti)    &#34;Mau cari siapa?&#34; Saya menjawab. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="busy_woman" border="0" alt="busy_woman" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/11/busy_woman.jpg" width="466" height="197" /> </p>
<p>Malam itu jam 10an. Saya dan istri sudah tidur. Anak saya juga baru tidur, cukup sulit menidurkannya karena lagi pilek. Mendadak ponsel saya bunyi. Setengah loncat saya mengambil dan menjawab telpon itu. Dan sungguh menyebalkan.</p>
<p>&quot;Halo&quot;   <br />&quot;Bud!&quot; panggil perempuan itu kepedean (nama asli saya ganti)    <br />&quot;Mau cari siapa?&quot; Saya menjawab.    <br />&quot;Lho ini siapa?&quot; mulai kesal, saya setengah membentak membalas    <br />&quot;Anda mau bicara dengan siapa?!&quot;     <br />&quot;Lho ini bukan Budi? Maap-maap…&quot; telpon terputus.</p>
<p>Anak saya terbangun, istri saya bangun. Saya tau mungkin bukan salahnya bisa sampe salah sambung. Tapi sesudah &#8216;ngganggu banget&#8217; seperti itu mbok ya jangan ngotot…</p>
<p> <span id="more-272"></span>
<p>Ponsel mungkin sekarang diidentikkan dengan barang pribadi yang ditenteng kemana-mana. Kalau anda menelpon nomer si A, anda tentu berharap yang mengangkat ya si A. Kadang kita kepedean dan langsung nembak seperti yang dilakukan si mbak tadi. Tapi toh mungkin saja yang mengangkat bukan dia. Mungkin telponnya lagi di cas dan digeletakkan di meja. Dianya sendiri mungkin lagi ditoilet. Yang ngangkat mungkin istrinya atau rekan kerjanya. Kalau kita gak sopan-sopan, bisa-bisa jadi bencana. Apalagi kalau anda menelpon selingkuhan anda atau anda nawarin sampingan ke orang yang dituju.</p>
<p>Karena lekatnya ponsel sebagai barang pribadi, kadang ranah tata krama juga mulai terlupakan. Dulu orang sungkan menelpon di atas jam 9 malam. Kalau gak penting-penting amat ya ditunda deh sampai besok. Tapi ponsel sekarang jadi sarana buat nyari orang ditengah kerumunan Mall atau konser musik. Daripada repot, tinggal telpon aja dan nanya &quot;Dimana loe?&quot; Apalagi bagi pemilik Blackberry, bukan sekali-dua saya dengar handsetnya sampai nyemplung ke toilet.</p>
<p>Mungkin kita perlu diingatkan meski telpon barang pribadi, tetap mesti ingat waktu dan tata krama. Apalagi buat yang selingkuh: survey bilang perempuan suka ngoprek dan baca-baca ponsel pasangannya :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/11/salah-sambung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Saya, Bukan Mau Kamu</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/02/mau-saya-bukan-mau-kamu/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/02/mau-saya-bukan-mau-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 10:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[privasi]]></category>
		<category><![CDATA[Demo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[ Belakangan ini, sedang heboh berita soal tewasnya ketua DPRD Sumut. Beliau tewas setelah diserbu para demonstran yang sibuk memaksakan kehendak mereka (as always).
Hal seperti ini lah yang membuat saya sedari dulu tidak pernah menyukai demonstrasi. Demonstrasi dekat dengan kekerasan. Dan jujur saja, terkesan para demonstran itu orang yang banyak maunya.
OK, tentu tidak semua demonstran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 20px 20px 0px; display: inline; float: left" src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/02/dprd-sumut02-dal.jpg" alt="dprd-sumut02-dal" width="285" height="217" /> Belakangan ini, sedang heboh berita soal tewasnya ketua DPRD Sumut. Beliau tewas setelah diserbu para demonstran yang sibuk memaksakan kehendak mereka (as always).</p>
<p>Hal seperti ini lah yang membuat saya sedari dulu tidak pernah menyukai demonstrasi. Demonstrasi dekat dengan kekerasan. Dan jujur saja, terkesan para demonstran itu orang yang banyak maunya.</p>
<p><span id="more-107"></span>OK, tentu tidak semua demonstran begitu. Dan terus-terang banyak hal yang memang membutuhkan demo baru didengar.  Dan demonstrasi sebagai sarana untuk menyuarakan pendapat diakui oleh undang-undang. Tapi sama seperti makanan betawi yang meski halal, saya tidak terlalu menyukainya. Pecel dan gado-gado lebih &#8216;berisi&#8217; dan bergizi daripada ketoprak, meski sama-sama pakai sambel kacang.</p>
<p>Orang melakukan demonstrasi agar didengar. Kenapa mereka ingin didengar? Toh, banyak orang punya kemauan dan ingin didengar, dikabulkan. Apa semua orang harus demo supaya didengar? Ah, hal ini memang masih bisa diperdebatkan, dan terus-terang saya gak berminat mendebatnya. Demo sah-sah saja selama mengikuti aturan yang ada.  Dan bukan sekedar <a href="http://edoonline.dagdigdug.com/2008/09/10/daripada-demo-mending-ngeblog/" target="_blank">untuk bersenang-senang</a>. Tapi meski saya mengakui itu legal, saya gak suka. Dan saya jelas gak akan demo supaya demonstrasi diharamkan.</p>
<p>Tapi yang mengganjal buat saya bukan boleh apa enggak bolehnya demo. Tapi kenapa orang lebih suka membuat dirinya didengar ketimbang melakukan hal yang berguna?</p>
<p>&#8220;OK, kamu benar&#8230; bensin saya turunkan lagi harganya&#8221;</p>
<p>Lalu? Misalkan waktu itu benar gak dinaikkan, toh terbukti meski harga bbm diturunkan&#8230; diturunkan&#8230; diturunkan&#8230; (sampai 3x) harga barang tidak turun. Tarif angkot gak turun. Pastinya supir angkot gak bakal demo atau mogok untuk menurunkan tarif, seperti waktu BBM naik, minta tarif naik. Tapi pas sudah diputuskan pemerintah, toh nuruninnya juga alot. Soalnya yang dipikirkan kan &#8220;mau gue&#8221;-nya.Hidup tidak semakin mudah. Apa yang kita mau gak selalu yang terbaik buat kita bukan? Dan apa yang terbaik buat kita, gak selalu yang terbaik bagi semua. Itulah sebabnya kita memiliki agama. Kita memiliki hukum. Meski kita punya hak, namun dibatasi oleh kepentingan orang lain juga.</p>
<p>Seandainya semua orang berhenti berpikir &#8220;yang penting mau saya, bukan mau kamu&#8221;, dan berusaha melakukan yang terbaik untuk semua&#8230; rasanya dunia akan jadi lebih baik. Start will small things, but can be done. Talk aloud is cheap, but doing good things, no matter small is harder.</p>
<p>Apa dulu demonstran yang membuat (waktu itu) presiden Suharto turun, bebas dari KKN? Saya gak tau, tapi saya curiga enggak. Seandainya saja mereka semua tidak melakukan KKN, skrg Indonesia pasti jauh lebih baik. Ada jutaan demonstran yang mengutuk KKN waktu itu. Jadi mestinya ada jutaan orang yang (katanya) anti KKN. Jumlah yang besar untuk memperbaiki Indonesia. Tapi kalau yang gak boleh KKN itu kan yang didemo, saya boleh&#8230; ngapain lu ikut demo?</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://detik.com">Detik.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/02/mau-saya-bukan-mau-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Ada Alasan untuk Spamming!</title>
		<link>http://edo-online.com/2009/01/tidak-ada-alasan-untuk-spamming/</link>
		<comments>http://edo-online.com/2009/01/tidak-ada-alasan-untuk-spamming/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 03:38:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[privasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edo-online.com/2009/01/tidak-ada-alasan-untuk-spamming/</guid>
		<description><![CDATA[Spamming seringkali dianggap hal yang mengganggu. Banyaknya waktu yang terbuang dalam mensortir email sampah ini sering dijadikan penyebab. Meski sebetulnya spam juga merugikan dari sisi space mail box dan bandwith. Spamming sudah dianggap sebagai kejahatan. Seperti yang dilakukan pemerintah Prancis ini. Dan spammer bisa dipenjarakan karena melakukan aktivitas hina ini. Sudah waktunya kita menyatakan perang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://edo-online.com/wp-content/uploads/2009/01/spam-email.jpg" style="DISPLAY: inline; FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 20px 20px; WIDTH: 250px; HEIGHT: 150px" height="150" alt="spam email.jpg" width="250"/>Spamming seringkali dianggap hal yang mengganggu. Banyaknya waktu yang terbuang dalam mensortir email sampah ini sering dijadikan penyebab. Meski sebetulnya spam juga merugikan dari sisi space mail box dan bandwith. Spamming sudah dianggap sebagai kejahatan. Seperti yang dilakukan <a href="http://obengware.com/news/index.php?id=1106" target="_blank">pemerintah Prancis ini</a>. Dan <a href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/americas/4426949.stm" target="_blank">spammer bisa dipenjarakan</a> karena melakukan aktivitas hina ini. Sudah waktunya kita menyatakan perang melawan spam! Sudah waktunya spammer ini diberi ganjaran memang. Dan kita tidak hanya bicara soal personal, tapi juga corporate!</p>
<p> <span id="more-95"></span>
<p>Spam sebetulnya tidak melulu masalah email. Saya sendiri sering merasa &#8216;terganggu banget&#8217; dengan email yang masuk ke hape saya. Berhubung saya <a href="http://tentangit.com/2009/01/mail-server-imap-untuk-multiple-device/" target="_blank">menggunakan protokal IMAP</a>, meski telpon jadul bukan BB, setiap ada email masuk, telpon saya bergetar. Untungnya Gmail punya spam filter yang sangat baik. Jadi gak banyak yang bisa lolos. Tapi yang mengesalkan, ternyata provider seluler mengganggap sms sebagai sarana promosi yang murah-meriah-efektif. Bukan sekali ini saja saya menulis soal ini. Di blog saya yang lama, <a href="http://edoonline.dagdigdug.com/2008/10/22/email-dan-nomer-handphone-itu-ranah-pribadi/" target="_blank">saya juga menuliskan hal yang serupa</a>.</p>
<p>Saya menuliskan ini lagi, karena saya membaca <a href="http://detikinet.com/read/2009/01/15/105115/1068750/398/att-panen-protes-gara-gara-iklan-american-idol" target="_blank">tulisan ini di Detik</a>. AT&amp;T diprotes keras karena mengirimkan sms iklan American Idol. Hanya sekali itu, protes yang bermunculan sangat keras. Terbersit harapan bahwa kelak, para operator seluler dapat diserang seperti itu. Mudah-mudahan hak customer dapat lebih dihargai oleh mereka.</p>
<p>Tidak seperti Indosat (yang notabene juga saya pakai&#8230; dan ya, saya sering menerima spam dari Indosat) yang mengaku-ngaku&#8230; &#8216;Punya Indosat&#8230;&#8217;. Tentu maksudnya gak begitu :p Tapi no seluler saya adalah milik pribadi, bukan punya Indosat ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edo-online.com/2009/01/tidak-ada-alasan-untuk-spamming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
