Archive for the ‘rumpi’ Category

Nasionalisme Buta

Monday, June 22nd, 2009

bendera “Ah, kalau saya sih tetep milih beli di Pertamina. Kita untung, bangsa untung!”

Kata teman saya ini dengan penuh nasionalisme. Itu tanggapannya waktu saya bilang di Shell ternyata bbm sekelas pertamaxnya lebih murah. Saya sih diam saja, meski saya gak setuju dengan anggapan seperti itu. Buat saya, kalau harga lebih murah dengan kualitas sama (atau malah lebih bagus?) kenapa enggak? :D Tapi iklan itu sepertinya cukup mengena, dengan menyentuh sisi nasionalisme yang mendengarnya.

(more…)

0
Posted in rumpi |

Emansipasi, Mampu, dan Image

Thursday, June 18th, 2009

“Emang bisa ngurusin Rama sendirian?”

rama Pertanyaan itu diajukan istri saya penuh keraguan. Ya, saya menawarkan diri untuk tinggal di rumah, sementara istri saya saja yang mengantarkan ortunya. Bukan gak mau, sehari sebelumnya saya juga sudah seharian pergi membantu ibu saya membersihkan rumah yang baru di renovasi. Capek.

Pengennya sih di rumah sama Rama. Tapi saya pikir kalau mau dibawa ya gpp. Toh jamak kalau para sesepuh berkumpul ingin memamerkan anak-cucu. Ternyata kata istri saya acaranya bakal lama, kasihan Rama kalau ikut.

Tanpa panjang lebar, akhirnya saya jadi juga di rumah bersama Rama. Berdua saja. Lumayan, sempat main lumayan heboh, nyuapin Rama, dan membersihkannya waktu poop. Menurut saya lumayan. I did OK. At least he still in one piece.

Kenapa seorang ibu ragu ‘melepaskan’ anaknya dengan bapaknya? Image. Bapak tidak lekat dengan image mengurusi anak. Agak aneh, karena biasanya perempuan yang menuntut persamaan agar diakui sejajar dengan laki-laki :)

(more…)

1
Posted in rumpi |

Nyantol Listrik tanpa Ijin, Bisa Dipidanakan gak sih?

Monday, June 8th, 2009

854266_crowbarWeekend ini cukup mengesalkan saya. Hari Minggu saya datang mengontrol rumah yang sudah diserahterimakan oleh developer sejak tanggal 11 Mei lalu. Setelah lihat sana-sini sambil membayangkan rencana pengembangan rumah, kami lumayan heran melihat meteran listrik sudah beranjak cukup jauh. Padahal lampu saja belum sebiji pun dipasang. Lebih kaget lagi karena lihat ada kabel listrik nyantol dari rumah saya untuk menggarap rumah disebelahnya.

Kontan saya datangi para tukang yang sedang kerja. Mereka bilang yang masang listrik itu ‘dari kantor’. Tentunya maksudnya pihak developer. Jadi mereka lepas tangan dan bilang kalau saya mau komplain ya ke pihak kantor, mereka gak tau apa-apa. Ini apa-apaan?!? Yang kerja bahkan bukan dari pihak developer. Tapi kok mereka bisa-bisanya nyantol listrik ke rumah saya?

(more…)

4
Posted in Pengalaman, rumpi |