“Emang bisa ngurusin Rama sendirian?”
Pertanyaan itu diajukan istri saya penuh keraguan. Ya, saya menawarkan diri untuk tinggal di rumah, sementara istri saya saja yang mengantarkan ortunya. Bukan gak mau, sehari sebelumnya saya juga sudah seharian pergi membantu ibu saya membersihkan rumah yang baru di renovasi. Capek.
Pengennya sih di rumah sama Rama. Tapi saya pikir kalau mau dibawa ya gpp. Toh jamak kalau para sesepuh berkumpul ingin memamerkan anak-cucu. Ternyata kata istri saya acaranya bakal lama, kasihan Rama kalau ikut.
Tanpa panjang lebar, akhirnya saya jadi juga di rumah bersama Rama. Berdua saja. Lumayan, sempat main lumayan heboh, nyuapin Rama, dan membersihkannya waktu poop. Menurut saya lumayan. I did OK. At least he still in one piece.
Kenapa seorang ibu ragu ‘melepaskan’ anaknya dengan bapaknya? Image. Bapak tidak lekat dengan image mengurusi anak. Agak aneh, karena biasanya perempuan yang menuntut persamaan agar diakui sejajar dengan laki-laki :)
(more…)