Archive for the ‘Transportasi’ Category

Anak Kecil Itu…

Wednesday, September 16th, 2009

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Si Ibu buru-buru naik ke bus dengan sedikit menyeret anaknya. Si anak menurut saja. Tidak bisa disalahkan. Bus kota di Jakarta memang tidak manusiawi. Wajar kalau si Ibu takut anaknya malah jatuh kalau gak buru-buru naik.

Meski masih pagi dan bus masih relatif sepi, tapi kursi sudah terisi penuh. Sia-sia saja si Ibu melirik kebelakang dan ke depan. Semua sudah penuh. Si Ibu pasrah dan menarik anaknya merapat ke bangku. Pria bertubuh besar yang duduk di bangku itu melirik sekilas, tampak iba, tapi akhirnya memutuskan pura-pura tidak tahu. Tidak bisa disalahkan juga. Naik bus 46 memang perjuangan tersendiri. Apalagi di bulan puasa ini. Supir dan kondektur tidak akan berhenti memasukkan penumpang selagi bisa.

(more…)

2

Perusahaan Angkutan Setara Ojeg

Monday, August 10th, 2009

pirate_car

Perjalanan ke Subang sebetulnya mulus saja. Meski jalanan kecil, tapi tidak terlalu ramai. Yang cukup mengganggu cuma angkot yang berhenti sembarangan, motor yang ngotot ngambil jalur kanan… dan paling parah bus dan truk yang grasa-grusu nyalip meski jalanan ramai. Menurut saya aneh, kok bisa supir kaya gitu diterima jadi pegawai?

(more…)

0
Posted in Transportasi |

Warga Pondok Indah, Korban Tata Ruang dan Media Massa

Thursday, May 28th, 2009

victimPondok Indah kembali jadi sorotan. Kali ini Pemda DKI kembali berkeinginan mengubek-ubek jalanan PI. Sebelumnya mengacak-acak jalan utama PI, sekarang hendak membuka portal dan mengijinkan through traffic lewat di kawasan pemukiman. Jalan lokal yang dipaksa jadi jalan arteri. Ini bertentangan dengan manajemen transportasi. Pemda yang mestinya mengatur tata guna lahan dengan baik, justru berusaha mencari solusi instan. Dan tentunya, kelak akan mewariskan masalah yang lebih besar bagi penerusnya. Tapi toh, untuk sementara masalah berkurang.

Tata guna lahan di Indonesia memang lucu. Kalau gak bisa dikatakan amburadul. Jalan perumahan yang harusnya jadi jalan lokal dibuka untuk arus yang mestinya ada di jalan arteri. Dan jalanan yang mestinya jadi jalan arteri, dijadikan area bisnis. Ruko dan mall tumbuh subur. Jangan heran Jakarta makin macet. Jalur lambat di Sudirman saja akhirnya sebagian jadi almarhum, demi proyek busway. Akhirnya jalur lambat yang semula berfungsi memisahkan arus kendaraan kelas lokal/kolektor jadi bercampur dengan arteri. Bukan cuma macet ujungnya, tapi juga safetynya jauh berkurang.

(more…)

3
Posted in Transportasi, rumpi |