October 26th, 2009

texture_collage_4 Sekarang kalau dihitung-hitung secara total, saya punya 5 blog! Tapi bukan karena itu blog saya yang ini terkesan terabaikan. Blog-blog lain yang berbahasa Indonesia juga bernasib sama. Alasannya, sekarang saya punya blog dalam bahasa Inggris. Blog ini relatif baru. Baru 5 bulan. Tapi saya senang bahwa blog itu cukup dapat diterima dan mungkin bisa dibilang sudah cukup punya pengaruh besar di nichenya.

Nasib berbeda dialami blog yang serupa tapi tak sama. Niche dan contentnya hampir sama, tapi dalam bahasa Indonesia. Kebanyakan yang berkomunikasi dengan saya minta dikirim tutorial via email atau minta crack. Tidak ada blog lain yang mereview (mungkin blogger Indonesia pelit?) atau ngelink ke blog itu sebagai reference. Yang ada copy-paste.

2
Posted in ngeblog |
September 18th, 2009

laughing

Waktu itu kami hendak ketemu dengan teman lama. Jauh-jauh datang dari Batam, tentunya sayang kalau kami gak ketemu dia. Kami parkir di lapangan kosong disebrang PIM. Sekarang sudah jadi PIM 2. Whew, times goes so fast. Pintu masuk kendaraannya sempit, jadi waktu kami menunggu tiket parkir, yang mau keluar mesti menunggu. Orang itu tampak tidak sabar. Tampak menggerutu dan berkali-kali membunyikan klaksonnya. Bule, Ramon, dan Erwin menanggapinya santai.

"Buset dah, gak sabaran amat. Kaya orang susah aja"
"Pasti istrinya ngomel gak dibeliin baju tuh" Celetuk yang lain.

Santai saja. Kami tertawa saja dan berlalu. Seandainya mereka waktu itu ikutan ngomel, ngedumel atau memaki, mungkin saya juga sudah ikut memaki orang itu.

Sikap kita mempengaruhi orang di sekitar kita. Kadang orang yang biasa-biasa saja awalnya, dengar orang ngedumel melulu juga akan terbawa gak enak suasananya.

Sebaliknya, orang yang tadinya kesal bisa berbalik jadi santai melihat lingkungan sekitarnya menanggapi dengan santai.

Kalau sedang kesal jangan langsung dilepaskan. Tahan beberapa saat, atur nafas, dan lihat apakah mood anda akan berubah. Dengan menahan emosi anda beberapa menit, anda bisa membuat lingkungan anda lebih menyenangkan.

Mohon maaf lahir dan bathin!

2
Tags: | Posted in Pengalaman |
September 16th, 2009

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Si Ibu buru-buru naik ke bus dengan sedikit menyeret anaknya. Si anak menurut saja. Tidak bisa disalahkan. Bus kota di Jakarta memang tidak manusiawi. Wajar kalau si Ibu takut anaknya malah jatuh kalau gak buru-buru naik.

Meski masih pagi dan bus masih relatif sepi, tapi kursi sudah terisi penuh. Sia-sia saja si Ibu melirik kebelakang dan ke depan. Semua sudah penuh. Si Ibu pasrah dan menarik anaknya merapat ke bangku. Pria bertubuh besar yang duduk di bangku itu melirik sekilas, tampak iba, tapi akhirnya memutuskan pura-pura tidak tahu. Tidak bisa disalahkan juga. Naik bus 46 memang perjuangan tersendiri. Apalagi di bulan puasa ini. Supir dan kondektur tidak akan berhenti memasukkan penumpang selagi bisa.

2