Ngeblog sebetulnya sudah jadi kebiasaan lama saya. Bahkan sebelum nama ’blog’ ada, saya sudah menulis di Geocities. Lalu Multiply. Belakangan Multiply saya tinggalkan. Entahlah, padahal MP terbilang komplit fiturnya. Mulai dari photo, blog, sampai video. Saya import tulisan-tulisan itu di Blogger, lalu akhirnya saya mengenal hosting sendiri dan WordPress. Karena kebutuhan saya yang berbeda-beda, saya sampai membuat 3 blog dengan domain sendiri. Termasuk blog ini.
Awalnya saya ragu juga membuat blog seperti ini dengan domain sendiri. Ada blogger senior (bukan berarti lebih tua) yang bilang kalau ngeblog bukan niche sih enakan di layanan gratisan. Tapi saya tetap kekeuh bikin blog ini.
Komentar miring yang sering saya temui dari sayap kiri yang mendukung gerakan ogah ngeblog adalah
Ngeblog itu gampang. Itu kata blogger profesional yang udah malang-melintang di blogosphere alias jagad per-blog-an. Tapi kenyataannya ngeblog itu gak gampang-gampang amat. Gak semua orang bisa nulis. Kalaupun katanya bisa dilatih, gak semua orang mau memulainya. Kalaupun bisa memulainya, dan makin mahir menulis… menjaga mood itu juga sulit. Katanya lagi, mood menulis itu bisa dibiasakan. Kalau sudah terbiasa dengan jadwal nulis, nantinya akan terbiasa. Tapi yang paling ujung mungkin… kalau ide itu habis. Kita bisa menulis dengan bagus, menarik. Kita sudah menyiapkan waktu untuk menulis. Tapi apa yang mau ditulis?
