
Ilustrasi: http://www.houseofmasquerades.com
Pernahkah anda mendengar orang yang mencaci maki ‘budaya barat’, dan mengagung-agungkan ‘budaya timur’? Terus terang saya bukan orang barat, dan mestinya saya gak punya kepentingan kalau ada yang ngomong begitu. Tapi rasanya gak enak juga kalau orang terlalu menggeneralisir seperti itu. Orang Padang toh gak identik dengan rumah makan Padang. Banyak yang punya justru orang Jawa. Termasuk yang masaknya.
Budaya barat yang sering dianggap nista adalah pergaulannya yang dianggap bebas. Saya pernah bertanya pada seorang teman, yang kebetulan orang bule. (Lah, lahirnya emang bule, kok kebetulan… Anaknya Iyem sama Joko lahir bule, itu baru kebetulan) Dasar ndeso, rasa penasaran saya gak bisa ditahan. Dia terkekeh saja.
“Gak lah, itu kan cuma di film-film aja. Kamu juga gak akan liat robot-robot Transformers berkeliaran di Amerika kan? Kamu juga gak akan liat orang-orang bebas berciuman di jalanan.”
Betul juga. Toh kenyataannya sekarang di Indonesia film-filmnya juga semakin ‘bebas’. Dulu aja warkop banyak mengumbar aurat pemain wanitanya. Sementara komedi slapstick di luar sana justru gak sebrutal itu. Tapi toh kita gak liat adegan-adegan seperti di film warkop di jalanan.
Hal lain yang sering dianggap hina adalah pakaian mereka. Mungkin yang ngeritik cuma liat infotainment hollywood dan baca detikhot. Atau liat majalah-majalah panas, dan membayangkan semua orang di sana berpakaian seperti di gambar ilustrasi.

