
Ilustrasi: http://www.thegadgetnet.com/
Defenisi ngeblog semakin lama semakin kabur buat saya. Awalnya saya tertarik menggunakan blog karena kemudahan menulis content dengan blog. Waktu itupun saya udah ngerasa saya bukan blogger sejati. Banyak blog yang saya sukai, menurut saya isi tulisannya berbeda jauh dengan blog pertama yang saya seriusi. Blog banyak yang bertuliskan catatan-catatan yang ditulis dengan ringan dan menarik, seperti punya paman Tyo. Atau blog yang memberikan tips ngeblog yang canggih-canggih. Sebagian berujung ke nyari duit via blog. Seperti punya Isnaini ini. Sebagian lagi bertuliskan pengalaman sehari-hari. Apa yang paling membedakan dengan blog saya? Komentar. Blog saya sepi komentar, yang ngikutin RSS sedikit. Baru sejak saya pasang update RSS melalui email dari Feedburner aja banyak yang ngedaftar. Padahal menurut banyak blogger, dua fitur itu adalah kelebihan ngeblog yang perlu digarisbawahi.
Banyak yang ngasih komentar karena memang tulisannya bagus, lucu, atau emang berguna banget. Tapi ada juga yang kasih komentar semata karena itu blog temannya. Kadang isi komentarnya cuma “PERTAMAX!” tanpa ada hubungannya dengan tulisannya. Sumpah mati saya pertama-tama bingung apa maksudnya itu. Dasar gak gaul atau mungkin juga telmi, baru beberapa kali baca komentar seperti itu baru saya ngeh maksudnya.

