Posts Tagged ‘Perilaku’

Suka Komplain = Kurang Bersyukur atau Pejuang?

Thursday, November 6th, 2008

“Kalau kamu itu tulisannya serius… dan suka komplain :D”

Itu pendapat Latri soal gaya nulis saya di blog. Saya gak ingin berdebat soal itu. Meski kadang saya emang gak ngerasa gaya nulis saya serius-serius amat, tapi memang, urusan komplain, sering saya tulis di blog. Soal serius saya juga gak pengen ambil pusing, serius kan gak berarti negatif. Serius bisa berarti bagus. Dan mungkin emang bener, soalnya kalo kita sendiri yang menilai kan suka gak objektif.

Soal urusan gak puas… yang berujung pada komplain. Nah ini rada berat nih. Terlintas dipikiran saya, apakah orang yang suka komplain (bisa berarti gak gampang puas dong…) itu orang yang kurang merasa bersyukur?

(more…)

3
Tags: ,
Posted in rumpi |

Buku Manual Bukan Pajangan

Monday, November 3rd, 2008

Kemarin saya, istri dan Rama beli mainan di Ambassador. Maunya sih mainan multi fungsi. Buat si Rama belajar jalan, sebagai dorongan. Buat dinaikin, dan didorong-dorong Bapaknya. Atau buat mainan lain. Akhirnya pilihan jatuh pada mainan truk. Mainan ini cukup unik. Bisa digunakan untuk belajar jalan, dengan mendorong-dorong bagian belakangnya. Bisa dinaikin juga buat si bayi, duduk dan mendayung truk itu. Dan bisa juga buat naro mainan, dan ditarik-tarik kalo dia dah gedean nanti. 3 fungsi dalam 1 mainan. 3 in 1 bahasa gaulnya.

Masalah sempat muncul pada saat merakit mainan ini. Hal yang sebenernya gampang, jadi repot karena malas baca manualnya. Sampe keringat dingin karena Rama juga gak sabar pengen cepet-cepet naikin mainannya.

(more…)

0
Tags: ,
Posted in Pengalaman |

Gue Gak Mau Susah… Lo Mau Apa?

Wednesday, October 29th, 2008

Si supir angkot itu gak berusaha minggir. Ia tetap berada di lajur tengah, berhenti, dan tangannya melambai-lambai memanggil calon penumpang. Di belakangnya beberapa kendaraan lain terhalang, emosi dan menekan klakson. Si sopir angkot sedikit merasa terganggu. Menekan gas sehingga angkotnya terlompat-lompat ke depan.

“Iya… orang kaya…” Gerutunya.

Ah, lagi-lagi. Orang yang merasa berhak melanggar karena merasa orang susah. Bukan barang langka di negara ini. Beberapa memang karena kepepet. Tapi beberapa lagi kok ya dipepet-pepetin aja.

Apa kalau mereka kelak menjadi orang senang, mereka akan berhenti melanggar hukum?

(more…)

0
Tags:
Posted in rumpi |